|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
14 Januari 2008
|
|
Badai Kecil ‘Mengamuk’,
Ribuan Warga Minahasa Panik
|
Ribuan warga sempat merasa panik bercampur resah, menyusul ‘serangan’ badai kecil yang bertiup dari arah barat, Sabtu (11/01). Apalagi, hujan disertai angin kencang yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu, turut menghempaskan atap seng sejumlah rumah milik warga.
Dari pantauan harian ini, aktivitas di sejumlah pusat keramaian nyaris tak bergerak. Terlebih lagi di kawasan pemu-kiman penduduk. Sebab se-waktu terjangan badai itu, umumnya warga memilih tidak beraktivitas di luar rumah. “Peluang terjadinya bencana di saat cuaca buruk seperti ini, sangat besar kemungkinan-nya. Jadi lebih baik tidak mem-beranikan diri keluar rumah,” tandas Felix Watulingas, seorang warga Kawangkoan.
Angin kencang waktu itu juga sempat membuat khawatir para pedagang di sejumlah pa-sar tradisional seperti di Ka-wangkoan dan Langowan. Se-bab tenda tempat mereka ber-jualan turut diterjang angin. Akibatnya, pedagang harus mengungsi di lokasi aman sambil mengepak barang da-gangan kemudian balik kanan ke rumah masing-masing. “Da-ripada torang tu jadi korban, lebe bae pulang jo biar tu jual-an belum laku,” tandas seorang pedagang di Langowan.
Cuaca buruk sekitar enam jam yang membuat sejumlah pohon tumbang dan aliran listrik padam itu, kepanikan warga berangsur pulih. Sebab cuaca menjelang malam tak lagi buruk seperti sebelum-nya. Kendati perasaan kha-watir mulai mereda, namun warga terpaksa dibebani pe-kerjaan ekstra, yakni mem-perbaiki atap rumah yang ter-hempas akibat amukan badai kecil tersebut. Sebagaimana informasi yang diperoleh, ke-sibukan ini terjadi di hampir seluruh wilayah di Minahasa.
Pada bagian lain, Ketua Harian Tim Search And Rescue (SAR) Minahasa, Jeffry Mambu, meminta warga tetap waspada. Terlebih warga yang bermukim di kawasan rawan bencana. “Sampai sekarang memang belum ada laporan adanya korban jiwa dalam pe-ristiwa ini. Tapi warga harus tetap terus waspada dan anti-sipatif terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Kalau pun terjadi bencana sewaktu-waktu, kami selalu siap turun lapangan,” ujarnya.(dav)
|
|