HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

15 Januari 2008

Bendol, Allenatore Terbaik di Indonesia


Allenatore (pelatih) Timnas sepakbola senior, akhirnya kembali ke tangan Benny Dollo (Bendol). Pelatih berdarah Ka-wanua yang pernah menu-kangi Persma Manado ini, mengalahkan Rahmad Dar-mawan, dalam persaingan me-megang jabatan pelatih timnas. 
“Dari hasil saringan kami, kami melihat dia yang terbaik di Indonesia saat ini. Apalagi Bendol lebih berpengalaman dibanding yang lain,” ungkap Direktur Tehnik Timnas, Iswadi Idris, di Kantor BLI, Senin (14/01).
Ini merupakan kali kedua Bendol duduk di kursi pelatih timnas setelah yang pertama tahun 2001 lalu. Dia terpilih menggantikan Ivan Kolev yang dianggap gagal setelah pasukan Merah Putih tak mampu meraih target yang ditetapkan PSSI untuk mere-but emas SEA Games lalu, Indonesia bahkan tak lolos dari fase grup.
Alasan lain penunjukan Bendol dibanding Rahmad Darmawan terkait dengan kontra mereka bersama klub. Menurut Iswadi, Bendol saat ini tidak lagi terikat kontrak dengan Persita, sementara Rahmad Darmawan masih akan membesut Sriwijaya FC hingga November 2008.
Bendol sendiri memutuskan meletakkan jabatan pelatih Persita 7 Januari lalu setelah gagal membawa tim itu me-langkah ke semi final Copa Indonesia. Saat ini namanya memang sudah santer dibe-ritakan bakal jadi pelanjut estafet kepelatihan timnas menggantikan Kolev.
“Sebenarnya prestasi mere-ka berdua berimbang namun Bendol saat ini dalam ke-adaan bebas kontrak. Semen-tara Rahmad terikat sampai 2008 di Sriwijaya,” lanjut Iswadi. Bendol sendiri menya-takan siap mengangkat pres-tasi timnas Indonesia. “Saya merasa sangat terhormat de-ngan kepercayaan ini dan saya akan mengangkat pres-tasi sepakbola nasional,” kata pelatih berusia 57 tahun ini. “Ini adalah sebuah tantangan yang sangat berat tetapi saya termotivasi dengan tantangan ini,” tandas Bendol. Sebagai langkah awal, jelas pria yang akrab disapa Bendol itu, ia akan melakukan pemantauan terhadap pemain nasional yang ada untuk memetakan gambaran timnas yang akan dibangunnya.
Seleksi yang lebih ketat akan diberlakukannya dalam me-milih pemain yang berhak me-ngenakan seragam Merah-Pu-tih nantinya. Menurut Bendol, 40 hingga 60 persen pemain yang masuk timnas di era Kolev akan dipertahankan-nya, terutama yang sesuai de-ngan kriteria yang ditetapkan-nya. “Kriteria utama pemain yang layak masuk timnas adalah skill, kekuatan, dan kecepatan. Mereka juga harus lolos tes fisik yang akan meng-ukur kadar VO2 max dan HB para pemain,” ujar Benny. “Kalau mereka tidak lolos tes fisik, mungkin ada toleransi dua sampai tiga kali. Tapi, kalau lebih dari itu, maaf saja, mereka akan dicoret. Jadi, pe-luang masuknya pemain baru ke timnas sangat terbuka,” tegas pelatih yang pernah memba-wa Arema Malang dua kali men-juarai Copa Dji Sam Soe Indo-nesia pada 2005 dan 2006 itu.
Mengenai skema permainan timnas ala Bendol, ia menya-takan dasarnya adalah pola 4-4-2.“Tetapi, `It`s the players that make the team, not the team makes the players` (pe-mainlah yang menentukan tim, bukan tim yang menen-tukan pemain),” kata Bendol mengutip satu peribahasa Inggris.(dts/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin