|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
15 Januari 2008
|
|
Disperindag Sepakat HET Semen Naik
|
Kelangkaan semen yang terjadi belakangan ini, membuat Disperindag Sulut menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) semen di tingkat pengecer hingga mencapai Rp 47.500 per saknya.
Terjadinya kelangkaan se-men di Sulut belakangan ini, menyebabkan para pengecer ada yang berani menaikkan harga tertinggi mencapai Rp 53 ribu per saknya. Kenaikan tersebut dianggap tidak wajar oleh Disperindag Sulut, se-hingga, Senin (14/01) kema-rin langsung mengundang se-jumlah distributor dan penge-cer semen di Sulut.
Hasil pertemuan mereka di-sepakati bahwa kenaikan ma-sih bisa ditoleransi maksimal sebesar Rp 47.500 per sak. Pihak Disperindag, seperti yang disampaikan Kasubdin PDN Janny Rembet SE me-ngakui adanya kelangkaan semen akhir-akhir ini. Me-nurutnya kenaikan tersebut telah dicek dan ternyata dise-babkan karena terganggunya mesin packing plan di pabrik pengepakan PT Tonasa di Bi-tung. Dikatakannya, dampak tersebut membuat distribusi semen di Sulut terganggu, sehingga konsumen kesulitan mendapatkan semen saat ini.
Terkait dengan kejadian ter-sebut, ada sejumlah pengecer yang nakal menaikkan harga jual semen menjadi Rp 53 per sak.”Ini sangat keterlaluan namanya, bila ada distributor atau pengecer yang menjual dengan harga Rp 53 ribu per saknya, silahkan lapor ke Disperindag dan kami akan segera memprosesnya,” tegas Rembet.
Hingga posisi Senin (14/01) kemarin, sebagaimana pen-jelasan Kepala Pemasaran PT Tonasa Bitung, Siradjudin Mugilang pasokan semen dari Makassar baru akan masuk hari ini sebanyak 3.700 ton. Sebelumnya pada, Rabu (09/01) lalu telah masuk seba-nyak 5.700 ton. “Jumlah ter-sebut belum mencukupi ke-butuhan warga sekitar 30 ribu setiap bulannya,” tam-bah Rembet kala dikonfirma-si.(wel)
|
|