|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
15 Januari 2008
|
|
Cetuskan gebrakan Gesekbenar
Kansil: Berantas Narkoba Harus Dimulai dari Kantor Sendiri
|
Kadis Diknas Sulut Drs Djouhari Kansil MPd nampaknya tak mau kecolongan dengan program yang dicetuskannya yakni Gerakan Sekolah Bebas Narkoba (Gesekbenar). Sebab sebelum dikampanyekan ke sekolah-sekolah, secara tiba-tiba Diknas Sulut bekerja sama dengan Klinik Narkoba AES Culap RS Ratumbuysang melakukan tes urine untuk membuktikan jajaran Diknas Sulut bebas narkoba.
“Gerakan Sekolah Bebas Narkoba (Gesekbenar) me-rupakan tindak lanjuti anju-ran Gubernur Sulut SH Sa-rundajang agar jajaran Pendi-dikan Sulut menseriusi dam-pak narkoba di kalangan pe-lajar. Maka dicetuskanlah program Gesekbenar. Tapi sebelum mengkampanyekan hal ini ke sekolah-sekolah, maka aksi pemberantasan narkoba harus dimulai dari Diknas Sulut sendiri,” kata Kansil saat menghubungi Ko-mentar Senin (14/01) kemarin.
Kansil mengakui tak mau kecolongan. “Sebab jangan sampai kita berteriak-teriak berantas narkoba, lantas di dalam lingkungan kita sendiri justru ada pemakai narkoba. Ini kan namanya bunuh diri,” ungkap Kansil didampingi Wakadis Diknas Sulut Drs Arnold Poli SH MAP.
Tak heran, 242 PNS jajaran Diknas Sulut sangat terkejut dengan gebrakan Kansil. Pa-salnya saat apel pagi Senin (14/01) petugas kesehatan sudah ada, untuk menam-pung air urine dan diperiksa apakah ada dari staf Diknas Sulut yang memakai narkoba.
“Tes urine pertama dimulai dari saya sebagai pimpinan dan Wakadis Diknas Pak Poli, diikuti semua jajaran kasub-din dan staf. Semuanya 242 orang,” jelas Kansil.
Sementara itu, Tim Medis Ratumbuysang dr Frida Agu SpKJ menegaskan dari hasil tes urine negatif, di mana semua staf Diknas Sulut bebas dari narkoba. Menanggapinya, Kansil menegaskan pihaknya harus memberikan contoh ba-gi jajaran pendidikan Sulut, sebelum mereka melakukan aksi Gesekbenar.
“Memang ada sedikit keter-kejutan dari semua staf yang ada, tapi kalau sudah diberi tahu lebih dahulu, percuma tes urine ini,” ungkapnya.
Sementara sejumlah PNS jajaran Diknas Sulut menga-ku tidak was-was dengan tes tersebut.
“Nda apa-apa, kenapa musti takut kalau bukan pemakai. Kalau toh ada yang pemakai, ini kesempatan untuk ber-henti sebelum terlambat,” pungkas mereka.(irv)
|
|