|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
16 Januari 2008
|
|
Jantung Mati Bisa Dihidupkan Lagi
|
TEMUAN mengejutkan terjadi di Chicago. Jantung yang telah mati dapat dihidupkan kembali di laboratorium dan kembali berdenyut sendiri. Terobosan ini menjanjikan penyediaan organ-organ transplantasi se-suai kebutuhan pasien pen-derita penyakit gagal jantung, ginjal atau organ dalam tubuh lainnya.
Seperti dilansir Jurnal Nature Medicine, jantung yang dihi-dupkan kembali merupakan jantung tikus yang sudah mati.
Para peneliti mengambil se-luruh sel jantung yang telah mati dan hanya menyisakan struktur lunak jaringan kole-gennya saja melalui teknik yang disebut deselulerisasi.
Jantung mati yang telah di-bersihkan tersebut kemudian disuntik sel-sel yang berasal dari jantung tikus yang baru lahir.
Sel-sel baru dibiarkan tumbuh dan mengikat jari-ngan kolagen di atas cairan bernutrisi dalam ruangan khusus laboratorium. Selang empat hari, jantung tersebut terlihat berdenyut kembali. Para peneliti lalu meng-gunakan alat pacu jantung (heart pacemaker) untuk meng-ukur arah gerakan kontraksi-nya. Mereka juga merangsang jantung untuk memompa dengan mengalirkan cairan bertekanan ke dalamnya me-niru aliran darah di dalam tubuh.
Delapan hari kemudian, jantung yang dihidupkan kembali mulai dapat memom-pa cairan tersebut dengan sempurna.
“Kami yakin alam telah menciptakan alat-alat yang sempurna dan kami penasa-ran apakah ada cara di labo-ratorium untuk memberikan alat-alat yang dibutuhkan dan membiarkan alam beker-ja,” ujar Doris Taylor dari Pusat Penyembuhan Kardio-vaskular, Universitas Minne-sota, AS. Alat yang dimaksud adalah jaringan kolagen, fibronacin dan laminin.
Taylor bekerja sama dengan Dr Harold Otto dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS telah menggunakan me-tode yang sama untuk mem-buat jaringan pembuluh jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya. Teknik ini suatu saat diharapkan dapat dipakai untuk membuat organ transplantasi dari sel-sel tubuh pasien sendiri sehingga penolakan tubuh terhadap organ transplantasi yang sering ditemui selama ini dapat dikurangi.
“Harapannya kami dapat membuat organ yang sesuai dengan tubuh Anda,” ujar Taylor.(rtr/kcm)
|
|