CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Bolmong, Kotamobagu, Bolmut

16 Januari 2008

Data RTM versi BPS tidak valid 
Sangadi Terpaksa Bijaksanai Jatah Raskin

 

 IKUTI BERITA LAIN

Hamili Anak Kandung Pria Modayag Diprodeokan   
Alkes di Dinkes Dibiarkan Mubazir?

Buntut tidak validnya data Rumah Tangga Miskin (RTM) dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bolmong untuk penyaluran beras miskin (raskin), membuat sejumlah Sangadi mem-bijaksanai jatah pembagiannya, demi mencegah dampak konflik dan kecemburuan sosial di kalangan warga masya-rakat yang dipimpin mereka.

Menurut aktivis sekaligus Ketua HMI Bolmong, Firman Dondo, langkah ‘membijak-sanai’ yang dilakukan para sangadi tersebut dengan cara mengurangi jatah peruntukan raskin bagi setiap RTM agar semuanya bisa kebagian.
“Data yang kami dapat di lapangan, kendala penyalu-ran raskin oleh Bulog Bol-mong ternyata dipicu ketidak-validnya data RTM (Rumah Tangga Miskin). Sebab versi para Sangadi berbeda dengan data versi BPS (Badan Pusat Statistik) Bolmong. Perbe-daan data ini bisa memicu kecemburuan sosial yang bisa menjadi konflik antar warga. Untung para Sangadi membi-jaksanainya di lapangan,” tu-kas Dondo.
Jika mengacu data BPS Bol-mong, maka ada ratusan bah-kan ribuan RTM yang tak akan kebagian jatah raskin.
Tak heran lanjutnya, para Sangadi yang ditugaskan sebagai penyalur langsung kesetiap RTM, kebingungan, sebab mereka juga mem-punyai acuan data tersendiri berdasarkan pendataan desa. “Para Sangadi telah mengin-ventarisir dan mengidentifi-kasi mana-mana yang masuk dalam kategori RTM. Masa-lahnya, jika jumlah RTM yang ada pada data BPS itu ber-beda dengan data yang digu-nakan oleh para Sangadi, itu resiko yang harus mereka ha-dapi,” jelasnya. 
“Memang ada RTM yang me-ngeluhkan mengapa jatahnya dikurangi. Tapi setelah di-jelaskan mereka juga me-ngerti situasinya. Nah, kon-disi seperti ini suatu saat bisa menimbulkan konflik hori-sontal. Sebab RTM yang tidak terdaftar tetap menuntut haknya karena beras miskin itu memang diperuntukkan buat warga miskin, sedang-kan di sisi lain RTM yang terdaftar mengeluhkan ke-napa jatahnya dipotong,” nilai Firman. 
Kadivre Bulog Bolmong, Yusiver Sondakh SE ketika dikonfirmasi kemarin siang mengatakan, sesuai aturan penyaluran raskin mengacu pada data RTM yang dike-luarkan oleh BPS. Namun pihaknya berjanji akan men-cari solusi mengenai per-soalan tadi.(tr-03)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin