|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
16 Januari 2008
|
|
Soal peringatan banjir oleh BMG
Batasina: Jemaat Harus Mewaspadai Fenomena Alam
|
Menanggapi peringatan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) terhadap peluang terjadinya banjir dan tanah longsor di berbagai kawasan di Tanah Air. Di-harapkan pada jemaat sekiranya lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan selalu berbuat yang terbaik pada lingkungan.
Seperti yang dikatakan Ke-tua Pucuk Pimpinan KGPM, Gbl Teddy Batasina STh, Se-lasa (15/01) kita harus me-waspadai berbagai fenomena alam termasuk peristiwa alam yang setiap saat akan mener-pa kita.
“Dalam konteks keimanan, kewaspadaan merupakan sa-lah satu sikap bagaimana kita untuk memahami berbagai kenyatan yang kita hadapi. Dalam konteks iman kita diperhadapkan pada pergu-mulan yang amat sangat memprihatinkan karena ini menyangkut hal kehidupan,” katanya.
Menurut Batasina, manusia atau lembaga apapun dapat memperkirakan tentang fe-nomena alam, namun lebih dari pada itu kita punya ke-yakinan dan kepercayaan. “Keyakinan dan kepercayaan ini harus terwujud dalam tindakan dan aksi yang kon-krit, berdoa sekaligus ber-harap tetapi juga memelihara mengelola dan me-ngusaha-kan alam ciptaan Tuhan i-ni,” tam-bahnya.
Ini tang-gung jawab iman yang konkrit, sehingga tambahnya, apa pun realitas yang dihadapi kita memiliki pegangan bahwa iman dan perbuatan harus berjalan ber-sama. Dalam kaitan dengan itu, kita harus memiliki ke-sadaran yang sungguh-sung-guh untuk menyadari bahwa bencana alam adalah juga ka-rena kesalahan kita sendiri. Kewaspadaan harus dibarengi dengan tindakan nyata.
“Waspada tidak cukup tapi harus ada aksi iman, maka kita tetap melakukan perto-batan dan permohonan peng-ampunan sambil melihat dan memahami tentang bagai-mana tanggung jawab kita terhadap alam ini. Kita manu-sia mempunyai keterbatasan dalam memprediksi dan mem-perkirakan gejala alam ini tetapi sekaligus kita diingat-kan, Tuhan yang punya alam ini. Dengan demikian, maka kenyataan apapun yang kita hadapi iman harus lebih ba-nyak berbicara, kesadaran-kesadaran spiritual, serta ekologi harus terbangun seca-ra optimal. Sambil tetap meli-hat pergumulan saudara-sau-dara kita.” pungkasnya. (lex)
|
|