HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

17 Januari 2008

Golkar Optimis Sapu Bersih Pilkada Pemekaran


Setelah menang secara me-yakinkan di Pilkada Minaha-sa, Partai Golkar makin per-caya diri. Buktinya, mereka dengan nada optimis mene-gaskan, bakal menyapu ber-sih empat pilkada di daerah pemekaran (Mitra, Kotamo-bagu, Bolmut dan Sitaro) pa-da tahun 2008 ini. ''PG siap menyapu bersih empat pilka-da tersebut,'' tandas Benda-hara Umum DPD PG I Sulut, Aditya Anugerah Moha kepa-da Komentar, kemarin (16/01). 
Kemenangan itu katanya bisa tercapai, karena Golkar nantinya akan mempersiap-kan calon terbaik untuk di-ajukan. ''Partai pasti akan menempatkan kader terbaik-nya,” tandas Didi, sapaan akrab Aditya Moha yang juga dikenal sebagai putra Ketua Partai Golkar Bolmong, Ny Marlina Moha-Siahaan. Di sisi lain, PDIP Sulut menjadikan kekalahan di Pilkada Mina-hasa sebagai cambuk.
''Itu merupakan pelajaran berharga bagi kita,'' ungkap James Karinda dan Frangky Wongkar saat ditemui koran ini pascakekalahan PDIP di Minahasa. Menurut Karinda, ada strategi khusus yang per-lu dijabarkan untuk meme-nangkan pilkada, sebagaima-na pengalaman di Minahasa. ''Kami akan menerapkannya nanti,'' katanya seraya me-nyentil, kekuatan finansial merupakan faktor penting dalam upaya memenangkan pilkada. Pihak DPP PDIP juga melalui Sekjen Pramono Anung telah mengingatkan PDIP Sulut, agar Pilkada Mi-nahasa dijadikan bahan in-trospeksi. 
Sementara itu, seorang poli-tisi berpengaruh mengata-kan, Golkar akan semakin su-lit terbendung di Pilkada 2008 yang meliputi empat daerah pemekaran plus Kabupaten Talaud. ''Hampir bisa dipasti-kan Bolmut, Kotamobagu, Si-taro dan Talaud bisa dime-nangkan Golkar. Sedangkan PDIP kemungkinan hanya Mitra,'' tandas sumber. 
Pernyataan ini dibenarkan pengamat politik dan peme-rintahan yang juga akademisi Unsrat, Toar Palilingan. Kal-kulasi bahwa Golkar akan menyapu bersih Pilkada 2008 di Sulut, cukup beralasan. Pertama bisa dilihat dari mapping pemilu lalu, di mana di DPR paling banyak dikua-sai oleh Golkar.
Ini menunjukkan bahwa pe-milih di Sulut masih konser-vatif. ''Budaya politik yang ada, mereka masih kuat ke-percayaannya terhadap Gol-kar,'' katanya. 
Apalagi, lanjut dia, top eksekutif dan legislatif di-dominasi orang-orang Gol-kar, yang tentunya sangat menguasai struktur di peme-rintahan. 
Begitu juga di partai, Golkar sudah sangat mapan sebagai partai tua. Struktur mereka kuat ke bawah. Beda halnya dengan partai baru atau par-tai non-Golkar, yang masih kesulitan membentuk struk-tur yang kuat. Benturan lain-nya persoalan kader yang be-lum mumpuni. ''Sulit kalau di pilkada hanya mengandalkan logistik, sedangkan struktur organisasi tidak kuat.'' 
Lalu bagaimana seharusnya dilakukan partai non-Golkar agar bisa berbuat di pilkada? Palilingan melihat, salah satu option adalah berkolaborasi dengan Golkar. Itu artinya partai tersebut hanya membi-dik papan dua nantinya. Namun begitu, dia berpen-dapat Golkar bukan tidak mungkin dikalahkan. 
Optimisme yang tinggi dari Golkar bisa menjadi bume-rang, jika pada praktiknya Golkar hanya mencalonkan figur yang tidak populis atau menjual di mata konstituen. ''Artinya, tantangan optimisme Golkar harus juga diimbangi dengan figur, jangan sampai dipatahkan oleh partai lain yang justru mengusung figur populis.'' Dan hal ini sudah terbukti pada pilkada sejum-lah daerah di mana calon Golkar dikalahkan.(zal/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin