|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
17 Januari 2008
|
|
Delapan besar Liga Indonesia rusuh
Wasit Dipukul, Gawang Dibakar
|
Brutalisme penonton sepak-bola di Indonesia kembali terja-di. Hal ini berlangsung saat per-tandingan babak delapan besar Liga Indonesia, Rabu (16/01) kemarin, di Stadion Brawijaya Kediri. Pasalnya, pertarungan antara Persiwa Wamena versus Arema Malang, harus dihentikan buntut kerusuhan yang terjadi.
Wasit pun dipukul supporter dan gawang dibakar penonton.
Insiden ini terjadi di menit 70 ketika skor 2-1 untuk Persiwa. Lolos dari penjagaan, bebera-pa supporter beratribut Arema-
nia — supporter Arema — me-nyeruak ke lapangan dan langsung memukul wasit.
Perilaku barbar itu tampak-nya disebabkan ketidakpua-san penonton atas beberapa keputusan wasit, terutama saat menganulir empat gol yang sempat dijaringkan anak-anak ‘Singo Edan’ di gawang Persiwa. Dari taya-ngan ulang, penganuliran pertama tampak sah karena sebelum gol terjadi, sang pen-cetak, yaitu Patricio ‘Pato’ Mo-rales, terlebih dulu handsball. Ini terjadi saat pertandingan berjalan 11 menit.
Di menit 30 justru Persiwa memimpin setelah Mariano Oscar berhasil menjebol ga-wang Hendro Kartiko. Ia me-nyundul tipis bola lambung hasil tendangan bebas rekan-nya. Lima menit berselang Arema kembali menggetarkan jala Persiwa. Namun lagi-lagi wasit Djadjat Sudrajat meng-anulirnya karena mengang-gap Morales berdiri dalam po-sisi off-side sebelum mence-ploskan bola ke gawang. Re-kaman ulang memperlihatkan keputusan wasit tepat.
Keputusan ini mengundang rasa marah Aremania. Tak di-sangka-sangka seorang fans memukul dari belakang Asis-ten Wasit Yuli Suhatno, yang kemudian terkapar dan tak mampu melanjutkan tugas-nya. Pertandingan dilanjut-kan tanpa insiden lagi hingga turun minum dengan kedu-dukan 1-0 untuk Persiwa.
Arema yang kian bernafsu menyerang di babak kedua lagi-lagi mampu memasuk-kan bola ke jala lawannya. Ta-pi wasit Djadjat menganulir gol tersebut karena Mbamba dianggap off-side.
Dalam keadaan demikian, Arema malah kebobolan lagi. Di menit 65 Hendro takluk oleh sundulan Peter Romaro-pen, yang memanfaatkan crossing Eddie Buakai Fodai Beberapa menit kemudian Arema akhirnya memperkecil kedudukan melalui gol Mbamba.
Puncak kontroversi pertan-dingan ini terjadi ketika Mbamba berhasil menanduk umpan Pato di menit 70 dan menggetarkan gawang Char-les Woff. Gol itu kembali di-anulir dengan dalih off-side, padahal kali itu posisi Mbam-ba sangat bersih.
Itulah saatnya beberapa supporter Arema menyerbu lapangan dan memukul sang wasit. Kali ini pertandingan dihentikan, terlebih ketika di satu sektor lapangan terjadi pembakaran oleh penon-ton.(dts)
|
|