|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
17 Januari 2008
|
|
Warga Buyat di Duminanga
Dikabarkan Makin Menderita
|
Masih ingat dengan 60-an Kepala Keluarga dari Buyat Kecamatan Kotabunan yang direlokasi ke Desa Duminanga 2005 silam. Informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, kehidupan mereka saat ini makin hari makin diwarnai penderitaan.
Mereka tinggal di gubuk yang tak memadai, juga belum memiliki pekerjaan tetap karena ketiadaan lahan untuk dikelola. Ada juga info yang me-nyebut, kebanyakan dari mere-ka hanya makan ubi kayu se-tiap harinya.
Sementara sumber dari ke-camatan Kotabunan, Chandra Modeong, membeber bahwa be-berapa kepala keluarga di Du-minanga masih sering ke Buyat untuk menggarap kebun ke-luarganya, meskipun dengan sistem bagi hasil, biar bisa menghidupi keluarganya. “Dapa sayang skali dorang pe nasib di sana. Masak so tinggal di Duminanga, mar masih bale-bale ka Buyat ba cari nafkah,” ucap Chandra.
“Penderitaan mereka dulu hanya dijual ke dunia inter-nasional, kemudian melahir-kan bantuan dari PT NMR sebesar Rp 300 miliar yang disalurkan lewat YPSB. Tapi mereka sendiri tidak kecipratan satu rupiah pun. Sekarang siapa yang mau bertanggung jawab?” sorotnya lagi.
Penderitaan warga Buyat di Duminanga itu juga turut dibenarkan tokoh masyarakat Buyat, Hi Sarkawi Modeong, pada perbincangan beberapa waktu lalu.
“Mereka sebenarnya sudah banyak yang ingin kembali ke Buyat, tapi lokasi rumah mereka yang dulu, yakni di Lakban sudah ditempati orang lain. Banyak dari merkea yang mengeluhkan soal penderitaan selama tinggal di wilayah relokasi,” beber Sarkawi lagi.
Dalam kapsitas dia sebagai anggota YPSB utusan Bolmong, Sarkawi sendiri sangat meng-inginkan agar warga Buyat yang direlokasi ke Duminanga mendapat bantuan Dana. Sayangnya, dalam pembagian dana tahap pertama sejumlah Rp 100 miliar lebih yang diku-curkan tahun lalu, di mana Buyat hanya kecipratan sekitar Rp 10 M, sama sekali tidak diplotkan untuk warga relokasi tadi.(tus)
|
|