|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
17 Januari 2008
|
|
Tolak relokasi karena tak dukung profesi mereka
Warga Korban Abrasi Pilih Tetap Tinggal Di Maasing
|
Sejumlah warga korban abrasi pantai yang ada di Maasing Kecamatan Tumin-ting ternyata memilih tetap tinggal di lokasi tersebut, dan menolak rencana relo-kasi, kendati pemerintah memastikan menyediakan 13 rumah untuk mereka di daerah lokasi.
Kepada harian ini, Rabu (16/01) kemarin, sejumlah warga mengungkapkan, rencana merelokasi mereka ke wilayah Mapanget atau ke daerah pandu bertolak belakang de-ngan kehidupan sehari-hari para warga tersebut. Pasal-nya, kebanyakan dari warga yang ada di Maasing khu-susnya warga yang mengala-mi korban abrasi saat ini berprofesi sebagai nelayan.
“Bagimana torang mo pin-dah ke daerah Mapanget se-dangkan torang di sini ke-banyakan nelayan,” ujar Mohamad Laila dan Keluarga Jarupandang-Nga’u, korban abrasi yang terjadi pekan la-lu, di mana rumah mereka hancur.
Sebagai ganti relokasi, me-reka meminta pemerintah supaya membangun talud penahan ombak di wilayah pesisir pantai. “Beking akan talud jo. Soalnya kalo mo pindah di tampa baru somo ilang mata pencarian. Apala-gi kalo rencana mo se pinda di Mapanget yang lahan per-tanian,” ujar Ibu Jarupan-dang.
Sementara itu terpantau harian ini, sejumlah warga yang rumahnya hancur dan sempat dievakuasi ke tempat lain, mulai kembali dan me-netap di rumah mereka ma-sing-masing, walaupun de-ngan keadaan rumah yang lantai bangunannya kosong terbawa ke tanah.(tr-02)
|
|