|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
17 Januari 2008
|
|
Di Morea, SMP dan SMA (Hanya) Diajar Masing-Masing 1 Guru
|
Ketika dunia pendidikan di daerah lain sudah menikati fasilitas lengkap dan bahkan wah, potret sebaliknya justru terpmapang untuk dunia pendidikan di Mitra. Selain minimnya fasilitas, ternyata juga tenaga pengajar masih sangat kurang.
Anggota DPRD Mitra Dapil Ratatotok, Drs Tavif Watuseke mengungkapkan, jangankan untuk fasilitas atau alat peraga untuk siswa, sedangkan jumlah guru saja tidak memadai, apalagi mau berbicara standar kompetensi termasuk standar pendidikan yang layak.
Meski begitu, lanjutnya, anak didik di Mitra tetap bersemangat mengikuti program yang diajarkan. “Mo jadi apa itu anak didik jika hingga kini untuk tenaga pendidik saja tidak cukup dan juga tidak sesuai dengan kompetensi,” katanya.
Seperti yang terjadi di Desa Morea Kecamatan Ratatotok, tandas Watuseke, ada SMP dan SMA yang hanya diajar masing-masing satu guru. “Untuk itu dinas pendidikan kiranya harus menindaklanjuti hal ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Mitra, Drs MJ Manoppo MSc ketika ditanyakan mengenai ini langsung meresponsnya. “Masalah kekurangan guru di Morea adalah masalah bersama, dan sudah dikirimkan tambahan tenaga guru di Morea,” tukas Manoppo tanpa merinci berapa jumlah guru yang diplot ke Morea tersebut.(dax)
|
|