|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
18 Januari 2008
|
|
4 Warga Iran Terlibat Pencurian di Bolmong
|
Polres Bolmong melakukan penahanan terhadap empat warga negara Iran sejak Rabu (16/01) hingga Kamis (17/01) kemarin. Mereka dilaporkan terlibat pencurian uang jutaan rupiah. Keempat warga asing ini teridentifikasi bernama Javad Isa Pour (37), Mohammad Reza Malek (50), Allah Husein Saha (57) dan Mohsen Sareban (38).
Kasus yang dituduhkan terhadap mereka cukup unik dan tergolong berani. Pasal-nya, menurut korban, para warga asing itu mencuri seca-ra terbuka. Artinya, aksi dila-kukan di depan mata korban. Malah seorang korban me-ngaku, sempat terbuai dan mengikuti saja ketika uang-nya Rp 4 juta diambil.
Korban itu sendiri ada dua orang. Yakni Evi Walangitan (46), warga Desa Poigar II, Ke-camatan Poigar. Evi adalah pemilik Minimarket Usaha Ba-ru Poigar. Dia mengaku telah kehilangan uang Rp 4 juta yang diembat oleh kawanan warga Iran tadi. Korban lain-nya yang mengadu kepada polisi adalah Norma Damo-polii (34). Norma adalah warga Desa Lolak, Kecamatan Lolak yang memiliki sebuah kios. Dia mengaku kecurian Rp 10 juta yang ditengarai dilaku-kan si empat WNA Iran terse-but.
Korban Evi Walangitan yang ditemui di ruang Intelkam Pol-res Bolmong secara yakin me-nunjuk ke arah warga Iran bernama Mohsen Sareban, se-bagai pelaku pencurian uang-nya. “So itu dia. Banyak saksi yang lihat,” kata Ibu Evi se-raya menunjuk pria Iran yang ditahan polisi.
Di sisi lain, Mohsen Sareban yang dikonfirmasi koran ini (dalam bahasa Inggris), mem-bantah keras tudingan Evi ta-di. Dia juga mengaku tidak mengenal Evi, saat harian ini bertanya sambil menunjuk ke arah Evi.
Namun Evi yakin sekali de-ngan laporannya. Menurut-nya, Rabu sore pukul 16.30 WITA, kiosnya didatangi dua pria Iran tersebut, sedangkan dua lainnya menunggu dalam mobil Kijang Innova. Selain Mohsen Sareban, Evi menun-juk ke arah Allah Husein Sa-ha. “Itu juga salah satunya,” kata Ibu Evi menunjuk ke arah Allah Husein Saha.
“Mereka berdua membeli se-buah tasbih seharga Rp 8.000 dan satu pasang kaus kaki harga Rp 4.000. Total harga Rp 12 ribu. Uang yang dikasih Rp100 ribu satu lembar. Kita kase pulang Rp 88 ribu, sem-pat baku bantah karena do-rang suka doi Rp 50 ribuan. Kita buka laci, kemudian am-bil duit yang masih terikat jumlahnya Rp 4 juta, dalam lembaran Rp 50 ribuan. Tiba-tiba yang tua (maksudnya Allah Husein Saha, red) ambil duit Rp 4 juta yang masih di-ikat. Saya dengan dia kemu-dian saling tarik-menarik. Tapi kemudian saya seperti terdiam, dan duit 4 juta itu sudah di tangannya. Dia ke-mudian acak-acak duit di laci. Dan saat itu, saya masih te-rus lihat apa yang dia bikin. Pokoknya sama dengan mim-pi waktu itu. Pas jam stengah tujuh malam, kita sadar dan langsung cek itu uang, ternya-ta sudah hilang,” kisah Evi.
Sedangkan korban lainnya, Norma Damopolii (34) menu-turkan cerita versinya. Kata dia, itu terjadi Senin lalu, se-kitar pukul 17.45 WITA. “Saat itu, dua orang dan salah sa-tunya dia itu (sambil menun-juk ke arah Mohsen Sareban, red) turun di kios saya. Per-tama mereka beli rokok Marl-boro dan memberi uang Rp 9 ribu. Setelah itu, beli M 150 tiga botol, mereka kemudian beri Rp 50 ribu. Sisanya su-dah saya kasih pulang. Tapi mereka berdua tetap bertahan dan tidak langsung pergi, karena mereka masih ingin menukar uang Rp 100 ribu. Kita sadar samua yang kita lihat,” kisah Norma yang be-lakangan diketahui adik kandung dari Kepala Dinas Perhubungan Bolmong, Drs Jek Damopolii.
“Saat mau tukar duit, saya buka laci. Dalam laci ada pe-cahan Rp 50 ribuan yang to-talnya Rp 10 juta. Saat saya baru mau ambil dua lembar un-tuk menukar uang (Rp 100.000) mereka, tiba-tiba mereka langsung tarek uang di laci. Saya sempat tahan dan bilang jangan. Namun mereka bilang no..no dan akhirnya uang su-dah pindah tangan. Lalu me-reka langsung naik mobil dan lari. Saya sempat berteriak, tapi tidak sempat mengejar mobil mereka,” kisah Norma, yang masih berharap agar uangnya yang dicuri tadi, ma-sih bisa kembali.
Sementara itu, sebelum di-amankan polisi, ternyata para warga Iran ini sempat mena-brakan mobil Kijang Innova yang disewa mereka dengan nopol B 8252 NB. Diperoleh informasi, mobil itu hendak menuju Manado. Namun ke-tika melintas jalur AKD tepat-nya di Desa Solimandungan, mobil tersebut out dari jalan utama dan menabrak sesua-tu. Akibatnya bagian kiri de-pan dekat lampu ringsek.
Sejumlah warga datang melihat apa yang terjadi. Tak lama kemudian, keempat WNA tadi turun dari mobil, dan menurut saksi di TKP, keempatnya meninggalkan mobil yang mengalami kece-lakaan tadi, lalu mencegat sebuah bajai lalu menuju ke Lolak. Pada versi lainnya, ha-rian ini menanyakan kepada Mohammad Reza Malek da-lam bahasa Ingris, di mana dia mengaku meninggalkan mobil itu karena ada orang yang mengaku polisi sehingga dia memberikan kunci mobil kepada polisi.
Sesampainya di Lolak, me-reka mencari mobil sewa un-tuk menuju ke Manado. Me-reka pun mendapatkan mobil Xenia warna krem yang dike-mudikan oleh Onong, warga Desa Lolak. Ketika mobil baru saja meluncur menuju Mana-do, Onong menerima telepon dari keluarga Norma Damo-polii yang menjadi korban pencurian di Lolak, bahwa Onong sedang membawa pe-numpang yang sedang dicari-cari mereka.
“Saat itu, langsung dilapor-kan ke Polsek Lolak. Lalu Ka-polsek Lolak, Iptu Suharno menghubungi Kapolsek Poi-gar agar mencegat mobil Xenia tadi. Jadi Polsek Poigar yang mengamankan dulu mereka, lalu dibawa ke Polres Bolmong tadi malam (Rabu tengah malam, red),” ujar sumber dari Intelkam Polres Bolmong yang enggan nama-nya dikorankan.
Sampai kemarin, empat war-ga Iran masih diperiksa polisi di ruang Intelkam. Tampak Kasat Intelkam AKP Daru Tyas Wibawa SH SIK, dan KBO Intelkam Ipda Tusman SH serta Bripka Basilio Edrico selaku interpreter (penerje-mah lisan). Setelah diperiksa, keempat tersangka bersama barang bukti mobil, diserah-kan ke Kasat Reskrim lewat surat bernomor Polisi B-ND/01/I/2008/Sat IK. Kasat Res-krim AKP Yemmy Mandagi SIK, ketika dihubungi kema-rin sore mengatakan, pihaknya masih sedang mem-BAP ke-empat WNA tersebut. “Kami sedang melakukan pemerik-saan,” kata Mandagi.(tus/tr-03)
|
|