HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

18 Januari 2008

Pengakuan warga Iran mencurigakan 
“Gaji Saya 2.200 US Dollar, Apa Mungkin Mencuri Uang?’’


Empat WNA Iran yang dite-mui di ruang Intelkam Polres Bolmong kemarin (17/01) se-kitar pukul 11.00 sampai 13.00 WITA, mengaku sudah capek dengan pemeriksaan polisi. Mereka menginginkan agar masalah cepat selesai dan mereka bisa segera pulang. Yang jelas, mereka memban-tah keras terlibat pencurian. 
Saat ditanyai koran ini, me-reka juga mengaku datang ke Indonesia untuk liburan saja. “We come to holiday (kami da-tang untuk liburan),” kata Mo-hammad Reza Malek yang turut dibenarkan rekannya Allah Husein Saha. Malek ju-ga mengatakan, mereka me-miliki banyak uang, sehingga tidak mungkin melakukan pencurian. 
“Saya ini businessman. Saya jualan karpet. Saya ini sakit,’’ katanya dalam bahasa Inggris sambil membuka koper lalu menujukkan  beberapa jenis obat yang dikonsumsinya ka-rena sakit. Beberapa saat ke-mudian, dia berucap lagi da-lam bahasa Inggris, dan me-minta harian ini agar dapat membantu mengatakan kepa-da polisi agar mereka jangan ditahan berlama-lama. 
Sedangkan Mohsen Sareban mengaku heran mengapa me-reka harus ditahan, padahal mereka sama sekali tidak me-lakukan pencurian seperti di-beber korban Evi dan Norma. “Saya seorang insinyur mesin di Iran. Kerja di IBP (nama pe-rusahaan yang katanya pem-buat bangunan). Gaji saya 2.200 US dollar. Apakah mungkin saya mencuri uang? Itu tidak masuk akal,’’ tandas-nya lagi-lagi dalam bahasa Inggris.
Namun dalam perbincangan dengan Mohsen Sareban ini-lah, berhasil dikuak beberapa fakta. Di antaranya bahwa mereka tiba di Indonesia sejak tanggal 12 Desember 2007, dan rencananya akan tinggal sampai paspor berakhir tang-gal 12 Februari 2008. Perta-ma mereka berempat tiba di Jakarta, lalu menyewa mobil Innova B 8252 NB selama satu bulan, mulai 14 Desember 2007, dengan harga sewa 800 US dollar. 
“Dari Jakarta kami ke Jogya, Surabaya, Makassar dan Ma-nado,” katanya. Di mana per-jalanan dari Makassar ke Ma-nado, menempuh jalur darat dengan Innova tadi. Sayang, belum sampai di Manado, mereka sudah dibekuk di wi-layah Bolmong karena se-jumlah peristiwa tadi. 
Menurut Mohsen Sareban, adapun tujuan ke Manado ta-di, adalah untuk mengrimkan kembali mobil Innova yang di-sewa ke Jakarta dengan kapal laut. Tapi mobil itu sudah ter-lanjur mengalami kecelakaan di Solimandungan.
Terkait kecelakaan mobil Innova, Mohammad Reza Malek sempat mengeluhkan kepada petugas polisi, karena barang-barang yang ditinggal di mobil sudah lenyap juga uangnya di dompet sebanyak 1.000 US dollar yang disimpan di dashbord mobil, sudah tidak ada lagi.
“We have two luggage lost in the car. And this (ucapnya sambil memperlihatkan dom-petnya berwarna coklat) filled 1000 US dollar, now lost. (Dua bagasi kami sudah tidak ada lagi dalam mobil, dan yang da-lam dompet 1000 US dollar AS sudah tidak ada lagi),” kata Mohammad Reza Malek sembari menarik wartawan koran ini untuk turut melihat kondisi mobil mereka yang kini telah diamankan di halaman Mapolres Bolmong. 
Sedangkan KBO Intelkam, Ipda Tusman SH mengatakan, mobil itu sendiri baru diambil mereka tadi malam, dan su-dah tidak berisi apa-apa lagi. Polisi juga tidak lagi melihat dua koper yang disebut Mo-hammad Reza Malek sudah hilang. Sementara salah se-orang petinggi di Intelkam Polres Bolmong sempat me-nyampaikan rasa heran, me-ngapa empat WNA tadi begitu berani menempuh jalan darat dari Makassar menuju Mana-do, tanpa bersama-sama de-ngan penunjuk jalan. 
Juga mengherankan, me-ngapa mobil Innova yang mengalami lakalantas, lang-sung ditinggalkan di TKP, lalu mereka rela naik bajai menuju Lolak.(tus/tr-03)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin