|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
18 Januari 2008
|
|
|
Praktik Pasar Gelar MT
Disinyalir Masih Berlangsung
|
Praktik pasar gelap Minyak Tanah (MT) yang pernah mencuat sejak beberapa tahun terakhir hingga 2007 lalu, disinyalir masih tetap berlangsung hingga saat ini. Bukan apa-apa, sebab penyelidikan Polda Sulut terhadap sejumlah industri yang menggunakan MT bersubdisi, diduga didapat dari pasar gelap.
Informasi diperoleh, terindi-kasi MT bersubsidi dari pasar gelap itu masuk dari daerah luar Bitung yang diambil pelaku pasar gelap dari jatah MT untuk rumah tangga dari daerah lain di Sulut.
Herannya, biar pun harganya di jual lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 2.275, tetapi MT jalur pasar ge-lap tersebut tetap dicari. Sebab selain kebutuhan dan inten-sitas dari aktivitas dunia usaha yang tinggi, terutama bagi kebutuhan nelayan. MT jalur ilegal ini menjadi solusi tercepat untuk mendapatkan MT.
“Kebutuhan MT di Bitung sa-ngat tinggi, selain untuk per-usahaan, juga bagi masyarakat nelayan paling besar sampai paling kecil. Jadi jangan heran bila MT dari luar sering dijual di Bitung, karena harganya le-bih tinggi dari harga yang biasa dijual untuk MT bersubsidi,” ungkap sumber yang enggan menyebutkan namanya.
Bahkan sumber mengung-kapkan mengenai MT dari luar daerah itu bukanlah barang baru di Bitung karena sudah berlangsung lama. “Semua bisa jadi, dan apa yang telah dibe-ritakan selama ini memang be-nar adanya, dan kami sangat mendukung apa yang dilaku-kan pihak kepolisian untuk menghentikan penggunaan MT bersubsidi ini,” tandas sumber.
Pemkot Bitung melalui Kabag Perekonomian Sekdakot Bi-tung, Ferry Bororing tidak me-nampik mengenai MT dari luar Bitung. Kendati tidak meng-utarakan panjang lebar, tetapi Bororing bisa memastikan ada praktik-praktik dengan meli-hat permintaan kebutuhan akan MT masyarakat Bitung. “Kalau mau dikatakan kita alami kelangkaan MT adalah tidak benar, sebab memang untuk kebutuhan masyarakat yang tinggi, maka jatah yang ada tidak mencukupi. Dan MT dari luar memang ada diper-jualbelikan di Bitung, tetapi bagaimana cara masuknya kami sampai saat ini belum mengetahui,” kata Bororing sembari mengatakan kembali untuk MT bersubsidi Bitung langsung habis digunakan masyarakat setelah disalurkan dari 300-an pangkalan MT yang ada. “Dengan banyaknya pang-kalan, maka kemungkinan sa-ngat kecil jika perusahaan me-ngambil dari pangkalan yang ada di Bitung yang hanya men-dapat dua drum MT saja,” tam-bahnya lagi.(oan)
|
|