|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
18 Januari 2008
|
|
Keinginan dibuatkan tanggul dipastikan sulit direalisasi
Wawali Minta Warga Maasing Korban Abrasi Bersedia Pindah
|
Wakil Walikota Manado, Abdi Buchari SE MSi meng-ungkapkan warga Maasing korban abrasi pantai, harus-nya bersedia pindah dari lo-kasi saat ini, ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, ke-inginan warga supaya di-buatkan tanggul penahan ombak, kemungkinan besar sulit terealisasi.
Penegasan wawali ini me-nanggapi sikap penolakan warga Maasing korban abrasi pantai. “Pembangunan talud juga harus mengacu pada ke-tentuan yang berlaku. Sesuai undang-undang, harus mun-dur sekitar delapan meter dari lokasi pembangunannya,” ka-tanya, Kamis (17/01) kemarin.
Karena itu, ungkap wawali, warga diharapkan untuk mau direlokasi, apalagi akan di-siapkan tempat bagi mereka. Soal alasan warga bahwa dae-rah relokasi tak mendukung profesi mereka sebagai nela-yan, Wawali mengatakan, hal tersebut hanya perbedaan pola pikir saja. “Ibarat naik kenda-raan, penumpang maunya di-antar sampai ke dapur. Saya kita untuk warga Maasing, ting-gal bagaimana bijak-bijak di tempat yang baru,” tukasnya.
Lebih lanjut Buchari menje-laskan, saat ini pemkot se-mentara menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah susun (rusun) yang antara lain akan diperuntukkan untuk relokasi warga di kawasan rawan bencana. “Departemen PU sudah sudah menyetujui pembangunan satu unit ru-sun, kita sementara cari lokasi mungkin di daerah Bailang,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi D DPRD Kota Manado Amir Liputo, yang dikonfir-masi terpisah. Menurutnya, maksud pemerintah untuk merelokasi warga Maasing semata-mata untuk kesela-matan warga agar terhindari dari bahaya abrasi. Untuk itu, Liputo menyatakan akan kembali melakukan pembica-raan dengan warga mengenai hal ini. “Soal penolakan warga, kami juga pahami, tapi perlu juga dipahami bahwa kalau tidak dipindahkan maka hal yang sama akan kembali terjadi,” ujar Liputo kepada wartawan.
Pastinya, menurut Liputo, kawasan tersebut sangat rawan untuk dihuni. “Untuk itu kami harapkan agar warga juga pa-hami bahwa maksud pemerin-tah adalah untuk keselamatan mereka juga dan saya akan bicarakan lagi hal itu dengan warga,” kata Liputo.
Selain karena berada di daerah rawan bencana, di sekitar lokasi tersebut lanjut Liputo juga akan dibangun lanjutan Jalan Boulevard. “Soal keinginan warga yang meminta dibangunya talud, mungkin juga terkait dengan rencana pembangunan Jalan Boulevard di sekitar lokasi itu,” imbuhnya.(vic/ftj)
|
|