|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Opini Redaksi dan Pembaca
|
18 Januari 2008
|
|
Angkot Perkamil Rawan Pencuri
|
Melalui surat pembaca ini sa-ya ingin mengimbau kepada war-ga masyarakat yang sering meng-gunakan angkutan kota (angkot) untuk berhati-hati dengan barang-barang bawaan anda ketika me-naiki angkot, terutama warga ma-syarakat yang menggunakan ang-kutan kota jurusan Pusat Kota-Perkamil.
Saya adalah warga Perkamil yang memiliki dua pengalaman pahit ketika menggunakan angkot pada saat pulang kerja di sore hari.
Pada tanggal 15 Desember 2007, sepulang kerja saya singgah di sa-lah satu supermarket untuk belan-ja kebutuhan makan dan minum, kemudian berniat pulang ke ru-mah saya menumpangi angkot ju-rusan Perkamil. Ketika saya ber-ada di dalam mobil, naiklah se-orang lelaki berbadan besar dan duduk di sebelah saya (tempat du-duk bagian belakang), ketika lelaki itu akan turun dari angkot lelaki ini mengambil bungkusan plastik be-lanjaan saya lalu turun dengan ter-gesa-gesa. Saya yang dalam ke-adaan sadar hanya bisa melihat ke-jadian itu tanpa bisa berbuat apa-apa, karena perasaan takut nanti saya diapa-apakan oleh lelaki itu berhubung saya seorang perempu-an. Saya kemudian mengikhlaskan saja belanjaan saya dibawa.
Kemudian kejadian yang lebih pa-rah lagi terjadi pada tanggal 16 Ja-nuari 2008, di mana dalam angkot jurusan Pusat Kota-Perkamil, saya mengalami hal yang sama. Di mana ketika dalam angkot saya duduk di bagian tengah (kursi sendiri-sendi-ri), lalu naik seorang lelaki bertubuh besar juga duduk di kursi paling be-lakang, tepat di belakang saya pa-dahal tempat duduk di belakang kosong. Saya mulai curiga dan takut kejadian yang sama akan terulang kembali, dan ternyata kecurigaan saya tidak meleset, lelaki itu kemudi-an mulai membuka tas saya dan dia mengambil dompet yang ada di da-lam tas itu, saya seperti kejadian yang lalu hanya bisa melihat dengan perasaan yang sangat takut. Tidak lama setelah itu lelaki itu menyuruh sopir angkot berhenti dan dengan cepat dia turun dan membayar ong-kos angkot. Saya yang masih keta-kutan kemudian segera berteriak kepada sopir angkot bahwa dompet saya telah dicuri oleh lelaki itu, maka dengan disigap pula sang sopir se-gera turun dan mengejar lelaki itu yang sudah duluan mengambil langkah seribu. Mungkin karena ke-takutan juga akan tertangkap si pen-curi itu kemudian melempar dompet saya ke tengah jalan.
Apa yang saya alami ini jangan sampai dialami oleh warga ma-syarakat lainnya, mungkin saja pencuri-pencuri ini tidak hanya be-raksi di angkot jurusan Perkamil tapi juga di angkot-angkot daerah lain.
Masyarakat harus waspada ke-tika berada di dalam angkot kare-na modus pencurian seperti ini mulai marak, dan diharapkan ke-pada para sopir untuk bisa lebih tanggap dengan situasi yang ada untuk menghindari pencuri bebas beraksi di dalam angkot.
Kepada aparat kepolisian dimo-hon untuk bisa menangkap pen-curi-pencuri yang beroperasi di dalam angkot, agar masyarakat merasa nyaman dan aman meng-gunakan angkot sebagai fasilitas umum.
Pengirim,
Tami
Warga Perkamil.
|
|