|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
18 Januari 2008
|
|
Gubernur Ancam Copot Pejabat tak
Becus
|
Pernyataan tegas dan keras disampaikan Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang Mapalus, Kamis (17/01) kemarin. Pasalnya, dalam rapat tersebut orang nomor satu di Sulut ini tanpa basa-basi mengatakan akan mencopot siapa saja pejabat yang tak becus.
“Catat baik-baik ini, semua hal yang menyangkut administrasi keuangan, pengelolaan serta penggunaannya harus sesuai dengan aturan dan target yang ditetapkan. Kalau petunjuk sudah ada, PP sudah ada, berarti tidak ada kendala. Saya tidak main-main, kalau ada yang kedapatan melanggar atau tak becus, pasti akan dicopot,” tandasnya seraya mengingatkan agar semua tender proyek dapat dituntaskan dalam triwulan pertama ini.
Dikatakannya, bagi kepala dinas, badan, biro yang tidak mampu silakan untuk mundur supaya dapat diganti dengan orang-orang yang lebih mampu. Hal ini penting karena seorang pejabat dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang baik kepada rakyat sekaligus mampu mengamankan uang rakyat baik dari APBD maupun APBN.
Lebih lanjut Sarundajang yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Freddy Harry Sualang, Sekretaris Daerah Pemprop Sulut Drs Robby Mamuaja kembali menekankan agar instansi yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengawasan proyek, masing-masing Bappeda, Banwasda, serta para asisten harus memiliki komitmen untuk melaksanakan DIPA sebaik-baiknya. Kendati dalam hal ini masih ada sejumlah dinas yang belum mendapatkan kucuran DIPA dari pusat, karena satu dan lain hal yang menyangkut teknis.
“Coba buat timetable agar pelaksanaan tender dan pekerjaan tidak meleset. Untuk triwulan pertama 20 persen, triwulan dua 50 persen dan triwulan tiga 75 persen demikian seterusnya. Khusus untuk pekerjaan fisik, merupakan hal yang tidak sehat jika kondisi keuangan lebih besar dari fisik. Karena itu, saya ingatkan para bendaharawan untuk memperhatikan hal ini. Namun demikian, jangan sampai menahan pembayaran yang sudah sepantasnya untuk dibayar,” tegasnya kembali.
Bukan hanya itu, dihadapan sekitar 500-an orang jajarannya, Sarundajang juga mengatakan agar pejabat dalam menjalankan tugasnya tidak lengah dan malas, apalagi sampai melakukan penundaan dengan dalih nanti dapat dikejar. ” Kepada Banwasda tolong ingatkan terus hal ini pada seluruh dinas, badan dan biro karena kita juga dinilai dari atas,” katanya.
Sementara itu, khusus kepada Banwasda Sarundajang meminta agar tidak takut-takut dalam menjalankan fungsi kontrolnya. Sebab, sebagai internal kontrol, Banwasda memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan serta melaporkan berbagai penyimpangan yang ada.
“Saya sudah suntikkan keberanian pada Banwasda agar jangan takut menjalankan tugas. Yang penting bukan mencari-cari kesalahan. Jadi kalau ada temuan, apalagi jika orangnya sama, laporkan itu untuk ditindaklanjuti. Apabila itu sudah menjurus pada korupsi atau tekor, langsung saja kirim ke kejaksaan,” tandasnya.(eda)
|
|