|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Sanger dan Talaud |
18 Januari 2008
|
Parkiran Pelabuhan Tahuna Kocar-kacir
Parkiran luas tak serta merta mendukung aktifitas para sopir yang senantiasa biasa mangkal untuk mengangkut penumpang yang datang dan pergi dari Pelabuhan Tahu-na.Tengok saja suasana di tempat parkir kendaraan umum pada jam-jam tertentu, benar-benar amburadul dan kocar kacir.
“Ini kendaraan nda tau so ba-ku susung model apa sto. Hele mo keluar pelabuhan so pe stegah mati,” gerutu seorang sopir mikrolet yang terjebak parkiran amburadul. Dia me-nilai percuma saja bayar re-tribusi masuk pelabuhan bila kondisinya begini.
Kakanpel Tahuna Tonny Rampengan ketika dihubungi via ponsel kemarin, mengemu-kakan, persoalan parkiran kendaraan itu memang akan diatur sekaligus dengan pe-manfaatan koridor atau filte-risasi penumpang yang masuk keluar pelabuhan.(med)
Pemkab Gelar Rapat Evaluasi
MELONGUANE - Sebagai wujud transparansi pelaksa-naan program tahun 2007 dan guna memaksimalkan ki-nerja di tahun 2008, Pemkab Talaud menggelar evalusi PAD, SPJ serta proyek. Ada-pun pelaksanaan evaluasi ini, digelar di aula Sekretariat Daerah yang dipimpin lang-sung Sekretariat Daerah (Sek-da) Pemkab Talaud, Drs Cos-tan Ganggali.
Ganggali menyampaikan, evaluasi dilakukan guna me-lihat sejauh mana kinerja yang dicapai. “Evalusi ter-hadap perencanaan program apakah sudah maksimal atau belum. Disamping itu juga evaluasi ini terkait pada pen-dapatan daerah dan belanja daerah,” ujar Ganggali.
Menurutnya, evaluasi ini bertujuan untuk melihat apa-bila ada hambatan akan di-carikan solusi bersama bagi pelaksanaan program di ta-hun 2008. Karena itu ia tanpa sungkan mengingatkan kem-bali soal kedisiplinan kerja PNS. Sebab tanpa ada ke-displinan kerja semua pro-gram 2008 akan sia-sia ada-nya.
Secara terpisah Asisten I Pemkab Talaud, Ir Frans Ch Udang MBA ketika diminta keterangannya menyampai-kan bahwa evaluasi ini ber-fungsi sebagai pedoman bagi para PNS dalam melakukan tugas yang ada. “Sebagai-mana yang ditegaskan oleh Bupati bahwa tahun 2008 merupakan tahun pengha-rapan dan berkat. Karena itu capaian hasil baik harus di-raih dan dibarengi dengan be-kerja penuh rasa tanggung ja-wab sebagaimana tugas yang diemban,” kuncinya.(est)
Jalan Berlubang Hiasi Wilayah Tagulandang
Sitaro-Peningkatan ekonomi masyarakat khususnya pulau Tagulandang pasca pemekaran terus menggeliat. Sayangnya, kemajuan ini tak barengi dengan perbaikan pembangunanan jalan sebagai sarana memperlancar transportasi darat wilayah setempat.
Tengok saja, hampir di sebagian ruas jalan yang tersebar di pulau yang di kenal dengan buah salak itu, dalam kondisi rusak berat. “Pokoknya sepanjang ruas jalan pasti dihiasi lubang,” tutur warga Tagulandang Gobel Damura.
Dampak dari jalan berlubang ini diakuinya, selain menghambat kelancaran trasportasi tak jarang pula terjadi lakalantas. Itu sebabnya semua pengguna jalan harus lebih berhati-hati. “Yang pasti semua jalan dalam keadan parah,” ungkapnya. Herannya sambung pria kelahiran Pulau Para ini, sebelum pemekaran sering terlihat ada pekerjaan tambal sulam, namun hasilnya tetap saja tak memuaskan.
Dirinya pun berharap karena wilayah Sitaro sudah berotonom, fasilitas publik dapat diperbaiki secara permanen. “Kan so kabupaten, jadi so musti lebe maksimal perbaikanya,” pinta Damura seraya mengingatkan agar alokasi perbaikan saran umum harus benar-benar mempertimbangkan unsur keseimbangan dengan wilayah lain di Sitaro. Jangan hanya karena ibukota di Siau lantas wilayah Tagulandang dinomor-duakan, kritiknya.
Dari data yang berhasil di rangkum, ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, dan kerap mengancam keselamatan pengguna jalan tersebar di Tagulandang Utara, dan wilayah Kecamatan Buhias serta Belehumara atau kompleks Pelabuhan Tagulandang Induk.(med)
|
|