|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
18 Januari 2008
|
Karyawan Hotel, Penginapan dan Restoran Perlu Pelatihan
Aktivis Kota Tomohon, Judie Turambi SH meminta kepada Pemkot Tomohon untuk melak- sanakan kegiatan pelatihan bagi karyawan hotel, penginap-an dan restoran khususnya yang ada di Kota Tomohon. Pasalnya, dari pantauan Turambi selama ini, perilaku yang ditunjukan para karyawan hotel, penginap-an dan restoran masih kurang baik dari sisi pelayanan dan cara berpakaian.
“Pemkot harus segera melak-sanakan pelatihan kepada para karyawan hotel, penginapan dan restoran. Karena pengamat-an saya selama ini pelayanan yang diberikan para karyawan tersebut belum lah bagus bah-kan cara berpakaian boleh dika-ta belum rapi. Ingat, pelaksa-naan kegiatan Tomohon Flower Festival (TFF) sudah semakin dekat, dipastikan banyak tamu yang akan datang ke Tomohon,” saran Turambi yang kali ini eng-gan mengomentari soal minim-nya penginapan dan hotel di Kota Bunga.
Menurut aktivis vokal ini, jika pemkot tak segera melaksana-kan pelatihan maka tamu-tamu yang akan datang nanti lari dan memilih menginap di tempat lain di luar Kota Tomohon. “Nah diha-rapkan hal ini jangan sampai terjadi,” singkat Turambi kepada Komentar, Kamis kemarin.
Sebelumnya diberitakan, sa-rana hotel dan penginapan yang ada di Kota Tomohon, saat ini jumlahnya belum memadai.
Sekretaris Daerah Kota To-mohon, Drs JP Mambu SH MSi ketika dikonfirmasi, membenar-kan hal tersebut.(jok)
Kater Ungkap Jatah Terminal Menurun
Ini benar-benar sangat di-sayangkan. Apa pasal? Salah satu pemasukan Dinas Perhu-bungan yakni retribusi termi-nal, jatahnya mengalami pe-nurunan. Hal ini disebabkan karena banyak angkutan pe-numpang lebih memilih tak masuk ke terminal. Demikian diungkapkan Kepala Terminal (Kater) ‘Beriman’ Kota Tomo-hon, F Tumundo.
“Sekitar 20 persen retribusi terminal tak tertagih karena banyak kendaraan penum-pang seperti angkutan perba-tasan dan AKDP yang tak mau masuk ke terminal,” tutur Tumundo.
Kendaraan-kendaraan terse-but yang ‘enggan’ masuk ke terminal, sebagaimana pan-tauannya, lebih memilih me-nurunkan dan menaikkan pe-numpang di kompleks pusat kota. “Nah ini harus ditertib-kan karena menaikkan dan menurunkan bukan pada tem-patnya,” tegas Tumundo.(jok)
|
|