HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Tomohon dan Sekitarnya

18 Januari 2008

Lintas Berita Tomohon

 
Karyawan Hotel, Penginapan dan Restoran Perlu Pelatihan
Aktivis Kota Tomohon, Judie Turambi SH meminta kepada Pemkot Tomohon untuk melak- sanakan kegiatan pelatihan bagi karyawan hotel, penginap-an dan restoran khususnya yang ada di Kota Tomohon. Pasalnya, dari pantauan Turambi selama ini, perilaku yang ditunjukan para karyawan hotel, penginap-an dan restoran masih kurang baik dari sisi pelayanan dan cara berpakaian.
“Pemkot harus segera melak-sanakan pelatihan kepada para karyawan hotel, penginapan dan restoran. Karena pengamat-an saya selama ini pelayanan yang diberikan para karyawan tersebut belum lah bagus bah-kan cara berpakaian boleh dika-ta belum rapi. Ingat, pelaksa-naan kegiatan Tomohon Flower Festival (TFF) sudah semakin dekat, dipastikan banyak tamu yang akan datang ke Tomohon,” saran Turambi yang kali ini eng-gan mengomentari soal minim-nya penginapan dan hotel di Kota Bunga.
Menurut aktivis vokal ini, jika pemkot tak segera melaksana-kan pelatihan maka tamu-tamu yang akan datang nanti lari dan memilih menginap di tempat lain di luar Kota Tomohon. “Nah diha-rapkan hal ini jangan sampai terjadi,” singkat Turambi kepada Komentar, Kamis kemarin.
Sebelumnya diberitakan, sa-rana hotel dan penginapan yang ada di Kota Tomohon, saat ini jumlahnya belum memadai.
Sekretaris Daerah Kota To-mohon, Drs JP Mambu SH MSi ketika dikonfirmasi, membenar-kan hal tersebut.(jok)

Kater Ungkap Jatah Terminal Menurun
Ini benar-benar sangat di-sayangkan. Apa pasal? Salah satu pemasukan Dinas Perhu-bungan yakni retribusi termi-nal, jatahnya mengalami pe-nurunan. Hal ini disebabkan karena banyak angkutan pe-numpang lebih memilih tak masuk ke terminal. Demikian diungkapkan Kepala Terminal (Kater) ‘Beriman’ Kota Tomo-hon, F Tumundo.
“Sekitar 20 persen retribusi terminal tak tertagih karena banyak kendaraan penum-pang seperti angkutan perba-tasan dan AKDP yang tak mau masuk ke terminal,” tutur Tumundo.
Kendaraan-kendaraan terse-but yang ‘enggan’ masuk ke terminal, sebagaimana pan-tauannya, lebih memilih me-nurunkan dan menaikkan pe-numpang di kompleks pusat kota. “Nah ini harus ditertib-kan karena menaikkan dan menurunkan bukan pada tem-patnya,” tegas Tumundo.(jok)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin