HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

19 Januari 2008

Convention hall Kayuwatu dibangun 
Numberi: Mujizat Tuhan bagi Sulut 


Menjelang pelaksanaan iven berskala internasional World Ocean Conference (WOC) 2009 mendatang, dapat dipastikan bahwa infrastruktur Kota Manado bakal mengalami banyak peru-bahan. Sebut saja pelebaran Ja-lan Mapanget-Manado dan per-luasan appron Bandara Sam Ra-tulangi. Semuanya itu dila-kukan demi suksesnya agenda WOC.
Tak hanya itu, untuk menam-
pung para peserta WOC yang diperkirakan mencapai pulu-han ribu orang, ternyata Pem-prop Sulut tidak sendirian. Terkait hal ini, PT Wenang Permai Sentosa bakal meng-hadirkan Grand Kawanua International City yang terdiri dari convention hall berka-pasitas 63 ribu orang lengkap dengan hotel dan hunian elit, yang lokasinya terletak di la-pangan golf, Kayuwatu.
Melihat rencana perubahan ini, Menteri Kelautan dan Pe-rikanan RI, Freddy Numberi mengatakan bahwa sebagai daerah kepulauan, Sulut me-nerima mujizat yang luar bia-sa dari Tuhan. “Selama 62 ta-hun mengalami kemerde-kaan, pembangunan di dae-rah kepulauan memang be-lum optimal. Tetapi kalau saat ini Sulut bakal dibangun con-vention hall, ini adalah mu-jizat,” tukasnya di sela-sela peletakan batu pertama Grand Kawanua International City, Jumat (18/01) kemarin, di lapangan golf, Kayuwatu.
Karena itu, kata Numberi, sudah waktunya kewenangan dilakukan secara harmonis, terpadu dan terintegrasi. Hal ini tidak lain agar pembangu-nan di nusantara tercinta dapat berkelanjutan. “Untuk itu, harus dibuat ocean policy, yang mengatur wilayah perair-an. Dengan demikian dapat menunjang pembangunan yang ada. Karena itu, saya sa-ngat berterima kasih pada Pak Haryanto (Direktur PT Wenang Permai Sentosa-red) dan Pak Gubernur Sarundajang, yang telah berusaha untuk mereali-sasikan pembangunan con-vention ini. Ini adalah mujizat,” ungkapnya kembali.
Dikatakan Numbery, dalam WOC mendatang, sudah ada enam negara yang menyata-kan siap untuk hadir, mereka tergabung dalam Coral Tria-ngle Initiative (CTI) yang ter-diri dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Solomon Islands dan Timor Leste, ditambah Amerika Se-rikat serta Australia. “Mereka sudah menyatakan siap un-tuk hadir. Belum lagi, negara lain yang juga ingin mem-berikan dukungan terhadap upaya penyelamatan lingku-ngan. Dan konteks kita untuk menyelenggarakan agenda ini tidak lain adalah untuk meng-gugah dunia untuk bersama-sama berupaya menyelamat-kan lingkungan,” katanya.
Senada dengan itu, Guber-nur Sulut Drs SH Sarunda-jang mengatakan, dengan ada-nya pembangunan convention hall ini, merupakan kesem-patan memperkenalkan Sulut pada dunia. Sebab bukan za-mannya lagi memperkenalkan daerah ini dengan cara ma-nual. Sehingga perlu dilaku-kan terobosan. “Karena itu saya bersyukur telah diper-temukan Pak Haryanto yang memiliki ide untuk mema-jukan daerah ini, yakni de-ngan merancang tempat yang memiliki brand internasional. Di mana kemegahannya lebih baik dari Bali. Bahkan terbaik di Asia Tenggara. Hal ini ditun-jang oleh konsultan berpenga-laman yang berasal dari Amerika Serikat, Korea dan Australia,” tukasnya sembari menambah-kan, pembangunan akan di-kerjakan selama 14 bulan.
Sementara itu, Haryanto da-lam sambutannya mengata-kan bahwa dengan adanya pembangunan yang me-nyerap triliunan rupiah ini, Sulut bakal menjadi kawasan pariwisata yang diperhitung-kan. Sebab, semua fasilitas maupun infrastruktur penun-jang sudah tersedia. “Saya berharap bahwa kehadiran Grand Kawanua International City ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sulut. Dan terlebih itu dapat menunjang kepariwisataan,” ujarnya.(eda)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin