HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

19 Januari 2008

Hillary Puji Obama 


Ada yang beda dari Hillary Clinton. Kandidat Capres AS dari Partai Demokrat itu ber-ulang kali menggambarkan rivalnya, Barack Obama seba-gai politisi yang tidak berpe-ngalaman. Hillary juga kerap menyebut Obama tidak siap menjadin Presiden Amerika.
Namun kali ini, istri mantan Presiden AS Bill Clinton meng-hujani Obama dengan pujian. Demikian seperti dilansir Kantor Berita AFP, Jumat (18/01). 
“Dia orang yang luar biasa dan dia punya banyak hal yang bisa diberikan untuk ne-gara kita,” tutur Senator New York itu.
“Saya harap bagaimana pun nanti, dia akan menjadi figur besar dalam politik Amerika selama bertahun-tahun men-datang. Saya sudah pasti mendukung itu,” tandas wa-nita berusia 60 tahun itu usai berpidato di depan para ma-hasiswa di California State University Northridge.
Setelah melakukan kampa-nye di California, Hillary akan menuju Nevada, yang akan menggelar kaukus Demokrat pada Sabtu, 19 Januari waktu setempat. Sementara Barack Obama mendapat pelajaran berharga dari pemilihan pen-dahuluan Partai Demokrat di Iowa dan New Hamsphire. Untuk meraih kemenangan, dia harus merebut suara kaum wanita.
Obama meraih banyak sua-ra dari wanita di Iowa. Ujung-ujungnya, Obama pun meraih kemenangan di negara bagian itu. Di New Hampshire, Oba-ma kurang mendapatkan sua-ra kaum wanita. Buntutnya, dia pun kalah di negara ba-gian itu.
Kini, menjelang kaukus Ne-vada pada Sabtu, 19 Januari waktu setempat, Obama, juga rivalnya Hillary Clinton fokus pada upaya merebut suara para pemilih wanita. Baik Obama maupun Hillary me-lakukan pendekatan yang sa-ma untuk meraih dukungan wanita. Kedua kandidat Ca-pres AS itu berupaya menun-jukkan kalau mereka men-dengarkan kekhawatiran-kekhawatiran wanita.
Kepada wartawan, Obama mengatakan, strateginya me-raih dukungan kaum wanita adalah dengan memastikan mereka tahu akan apa yang telah dilakukannya menyang-kut isu-isu yang penting bagi wanita. Misalnya, soal kesa-maan hak, kesetaraan gaji, pengasuhan anak dan pen-didikan anak.
Hillary pun menempuh lang-kah serupa. Menurut penasi-hat senior Hillary, Ann Lewis, sangat penting untuk mere-but hati kaum wanita.
“Jelas bahwa pelajaran dari Iowa adalah kami harus jauh lebih serius menjangkau kaum wanita,” kata Lewis se-perti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (18/01). Dalam kaukus Iowa, Hillary kalah dari Obama.
Karena itulah Hillary pernah berkata,” Saya temukan sua-ra saya dengan mendengar-kan kalian dan saya akan bawa suara kalian ke Gedung Putih.” 
Menurut Lewis, pemimpin seperti itulah yang dibutuhkan wanita. “Itulah pemimpin yang mereka butuhkan, seseorang yang mendengarkan mereka dan berbicara untuk mereka,” tandas Lewis.( dtc/afp) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin