HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Kota Manado dan Sekitarnya

19 Januari 2008

Lintas Berita Kota

 
Esok, Pastori II Syaloom Karombasan Diresmikan
MANADO-Gedung Pastori II Jemaat GMIM Syaloom Ka-rombasan yang telah selesai dilaksanakan, akan segera diresmikan. 
Rencananya, gedung tersebut akan diresmikan oleh Wali-kota Manado, Jimmy Rimba Rogi SSos, Minggu (21/01) be-sok. Selain peresmian, Jemaat GMIM Syaloom Karombasan juga akan menggelar acara pen-tahbisan Badan Pekerja Sino-de (BPS) GMIM, sekaligus pisah sambut Pdt Ny Tumiwa-Oroh dengan Pdt Ny J Tulandi. 
“Jadi hari Minggu pagi nanti, akan ada banyak acara. Mu-dah-mudahan semuanya ber-jalan lancar,” ujar Dr Sonny Ka-langi, pihak panitia pelaksana acara, tadi (19/01) malam. 
Sementara, menurut dia, ge-dung pastori tersebut akan di-gunakan sebagai salah satu sa-rana penunjang dalam melak-sanakan misi pelayanan dalam berjemaat, khususnya di Jemaat GMIM Syaloom Karombasan.(yha)

Hari Ini, Warga Texas Doa Bersama
Kian dekatnya rencana pe-nertiban, membuat persatuan di antara warga kampung Texas semakin kuat. Sabtu (19/01) hari ini, warga kampung Texas akan menggelar doa bersama di bawah koordinasi Forum Peduli Masyarakat Texas Bersatu (FPMTB). 
Menurut Mursyid Laiya dan Ahmad Latala SH, masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris FPMTB, kegiatan ini akan mengusung tema Texas Berdoa Sambut WOC 2009 dan MKPD 2010 dengan 
Kemanusiaan, Keadilan, dan Perdamaian. Dikatakan, doa bersama ini akan melibatkan tokoh-tokoh agama Kristen Katolik, Protestan, Islam, Hindu, Budha, dan Konghucu yang ada di Kota Manado ber-sama dengan warga kampung Texas. Kegiatan ini juga akan diisi pembacaan puisi, pe-mentasan lagu-lagu religi dan pengumpulan tanda-tangan dukungan. 
Tujuan dari kegiatan ini me-nurut Laiya dan Latala, sebagai seruan moral untuk memper-oleh dukungan dan simpati warga masyarakat dan peme-rintah Kota Manado atas per-juangan warga kampung Texas untuk mendapatkan tempat relokasi yang baru dan layak huni, sebagai salah satu wujud nyata warga kampung Texas un-tuk mendukung program MKPD dan WOC yang dicanangkan oleh pemerintah.(tr-02)

Swasta Tergiur Kampung Nelayan di Manado Tua
Proyek pembangunan Kam-pung Nelayan di Manado Tua telah selesai sejak akhir De-sember lalu bahkan ternyata rencana pengembangan pari-wisata perikanan berbasis masyarakat tersebut sudah mulai dilirik pihak swasta. Demikian disampaikan Kepa-la Dinas Perikanan dan Ke-lautan (Disperik) Manado Drs John Tompodung kepada sejumlah wartawan, Rabu (16/01) kemarin.
“Sudah ada sejumlah peng-usaha terutama perhotelan yang menyatakan ketertarik-annya untuk mempromosi-kan dan menjual Kampung Nelayan tersebut karena ter-nyata menurut penilaian me-reka prospeknya sangat baik,” tandas Tompodung. 
Namun demikian, katanya lagi, karena pengelolaan Kam-pung Nelayan tersebut dibe-rikan kepada masyarakat untuk peningkatan ekonomi mereka maka pengusaha harus berhubungan langsung dengan mereka.
Selain 15 unit cottages, pro-yek yang menyedot anggaran sekitar Rp 520 juta tersebut juga membangun tempat pengeringan dan penjemuran ikan serta taman kreasi seni tradisional di mana renca-nanya akan digelar sejumlah iven yang berkaitan dengan tradisi masyarakat sekitar dan Manado pada umumnya. 
Untuk awalnya pada bulan Februari ini, pihak Disperik akan melaksanakan iven Makang Ikan di Bawah Bulan Terang yang juga sebagai uji coba penggunaan Kampung Nelayan yang hingga saat ini masih dalam masa pemeli-haraan pihak ketiga.
Tompodung juga menyata-kan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado sama sekali tidak akan memungut Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari ka-wasan tersebut. Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan itu sendiri dimaksud-kan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di dae-rah yang potensi wisatanya itu cukup besar sehingga belum bisa diharapkan PAD-nya. 
“Kalau masyarakat di sana tidak kita berdayakan dengan program-program yang ada maka mereka akan semakin tertinggal bahkan bisa jadi mereka akan merusak alam sekitar,” tukasnya.
Untuk menunjang kawasan tersebut ternyata pihak Peme-rintah Kecamatan Bunaken juga telah mendata dan terus menggali sejumlah pening-galan bersejarah yang ada di wilayah tersebut untuk kemu-dian dijadikan obyek wisata terutama untuk menarik wisatawan mancanegara. “Salah satu yang mereka data adalah bekas tempat peristi-rahatan Raja Bobutuhe dan Korompis di atas bukit dan tempat itu akan dijadikan se-macam trek hiking,” jelasnya lagi.(gra) 

Dukungan Figur Ketua
PG Manado Kembali Menghangat
Dukung mendukung figur yang pantas menakhodai Partai Golkar (PG) Manado sepe-ninggal Jimmy Rimba Rogi yang menjadi Ketua PG Sulut, kini kembali menghangat. Be-berapa nama kembali mencuat dan diapungkan. 
Mantan Sekretaris PG Ma-nado, Drs Welly Areros menga-
takan, figur Drs Ferro Taroreh cukup layak bila diusung me-ngetuai PG Manado. “Dari se-deretan kader Partai Golkar Kota Manado saat ini, saya ni-lai Ferro berpeluang,” katanya saat menghubungi Komentar, kemarin (18/01).
Dikatakan Areros, figur Ta-rore cukup siap untuk meng-gantikan Jimmy Rimba Rogi. 
“Artinya, kalau memang Pak Imba sudah merencanakan untuk menggelar Musda Par-tai Golkar Kota Manado, maka memang figur Ferro Taroreh yang cukup siap,” ungkapnya lagi.
Sementara untuk posisi se-kretaris, dikatakan Areros, dari pengalaman dan peng-amatannya selama ini, maka posisi itu layak ditempati Ronald Mapaliey. “Saya sudah mengenal baik yang ber-sangkutan. Ronald itu pekerja keras,” ucapnya.(ami)

Pemkec Sario Bakal Tertibkan Tempat Kost
Camat Sario Drs Jackson Ruauw MSi menyatakan pihak-nya dalam waktu dekat kembali akan melakukan penertiban tempat kost, sesuai petunjuk pimpinan dalam rapat koor-dinasi dan evaluasi.
“Akhir tahun lalu, kita juga sudah menggelar penertiban dan menindaklanjui instruksi 
pimpinan dalam waktu dekat kita akan menggelar pener-tiban tahap kedua,” jelas Ruaw kepada Komentar, Jumat (18/01) kemarin. 
Selain penertiban pendu-duk, kegiatan ini menurut Ruaw nantinya bertujuan untuk memantau kegiatan di rumah-rumah kost yang tersebar di wilayah Keca-matan Sario. “Sehingga kita juga akan dapat mengantisi-pasi terjadinya hal-hal ne-gatif,” tandasnya lagi.
Ditambahkannya, di tujuh kelurahan yang ada diperkira-kan terdapat ratusan peng-huni rumah kost. “Untuk itu kita akan lakukan pendataan sebab waktu lalu baru dua dilakukan di dua kelurahan, Sario Utara dan Sario Kota Baru,” imbuhnya.(vic)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin