CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Tribun Olahraga  

19 Januari 2008

Surat kompensasi ditulis tangan 
Deisy Sumigar Lecehkan KONI Sulut 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Kejuaraan Tinju Piala Gubernur Banten II
Sakit, Rafli Batal Bertanding di Semi Final
Terkait pembahasan Munaslub
Tarega Diundang Hadiri Rapat PB Ikasi
Kejurnas/kualifikasi Pra-PON, Yogyakarta
Dua Emas Dipersembahkan buat HUT Gubernur Sulut
Panpel Terus Matangkan Persiapan NYCT

Eks sprinter Sulut, Deisy Sumigar yang sekarang ini telah ‘angkat koper’ dan hijrah ke Kaltim, Jumat (18/01) kemarin, muncul di KONI Sulut. Kedatangannya yang terburu-buru, ternyata membawa surat kompensasi dari KONI Kaltim. Sayangnya, surat tersebut hanya ditulis tangan, dan tanpa susunan yang jelas sesuai dengan etika surat-menyurat. Bahkan amplopnya pun tidak tertera sama sekali cap KONI Kaltim. Atas perlakuannya ini, Deisy dianggap tidak etis, dan bahkan melecehkan KONI Sulut.

Sekretaris Umum KONI Su-lut, Nootje Apituley yang me-nerima surat tersebut pun berang. “Dia (Deisy, red) pikir, organisasi KONI Sulut ini apa, masa suratnya seperti itu. Di-tulis tangan lagi, apalagi for-mat dari surat itu, tak sesuai dengan aturan administrasi yang ada,” ketus Apituley de-ngan nada tinggi. 
“Mungkin menurut dia, KONI Sulut ini mata duitan, jadi meskipun surat dalam bentuk apapun akan dires-pons dengan baik. Padangan-nya itu salah besar. Pokoknya saya tak akan membuka surat itu,” tegasnya lagi.
Kedatangan Deisy kemarin sangat buru-buru. Saat ber-temu dengan Sekretaris Umum KONI Sulut, Nootje Apituley, tanpa basa-basi, ia langsung menyerahkan am-plop yang dibawanya, dan tak hitung tiga langsung me-ninggalkan gedung KONI Sulut. Saat didesak wartawan dengan pertanyaan maksud kedatangannya itu, Deisy mengakui, dirinya membawa surat kompensasi dari KONI Kaltim untuk KONI Sulut. “Maaf saya buru-buru, karena sudah mau balik ke Kaltim besok (hari ini, red). Surat yang saya bawa itu adalah surat kompensasi. Karena fax-nya di sini rusak, maka saya yang mengantar sendiri surat ini,” ujar Deisy dengan wajah tak bersahabat. 
Sikap Deisy ini turut men-dapat perhatian dari pemer-hati olahraga Sulut ini. Di mana menurut salah seorang pemerhati olahraga, sikap Deisy itu tidak sopan bahkan terkesan melecehkan institusi KONI. 
“Deisy itu tidak pikir, nama-nya besar karena siapa? Me-mang pantas kalau dibilang dia itu ‘kacang yang lupa pada kulitnya’,” tukas pemerhati tersebut yang enggan nama-nya dikorankan.(sal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin