|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Mimbar dan Keagamaan
|
19 Januari 2008
|
Mencuri, Perbuatan Merugikan Orang Lain
Ketua Bamag Manado, Pdt Johan Manampiring, Jumat (18/01) menegaskan mencuri merupakan bentuk perilaku yang membuat orang lain merasa dirugikan karena, telah kehilangan barang miliknya.
“Barang siapapun yang telah berani mengambil barang yang bukan miliknya berarti ia telah menyakiti orang lain berarti, ia telah melakukan perbuatan dosa kepada se-seorang dan harus memper-tanggungjawabkan perbuat-annya di hadapan Tuhan,” katanya.
Menurutnya mencuri tidak mengenal sedikit atau banyak barang yang dicuri atau diam-bilnya. “Yang namanya meng-ambil barang orang lain tanpa izin lebih dahulu dikategori-kan mencuri. Kita harus ingat bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur, jika kita memang membutuhkan uang kita ma-sih boleh melakukan pekerja-an yang lebih baik dan terpuji misalnya, jadi tukang sapu, cuci piring, pembantu yang pekerjaannya lebih mulia dari pada mencuri karena, selain dosa barang yang kita nikmati tidak akan menjadi berkah buat keluarga,” ujarnya.
Menyikapi kasus empat war-ga Iran yang terlibat pencu-rian di Bolaang Mongondow (Bolmong) menurutnya harus diselesaikan secara hukum dan seadil-adilnya sesuai hu-kum yang berlaku di Indo-nesia sebab, kejadiannya di negara Indonesia. “Jadi mes-kipun keempatnya adalah warga Iran, mereka tetap ha-rus diproses dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. ”ucapnya.(aan)
Gereja Bethany Wisuda Lulusan SOM
Gereja Bethany Indonesia (GBI) Manado, Kamis (17/01) telah mewisuda 73 lulusan Sekolah Orientasi Melayani (SOM) angkatan 11, 12, 13 bertempat di Wale Rehobot Wanea Plaza Manado. Ke-73 lulusan yang berasal dari ber-bagai denominasi gereja di Ma-nado. Ini masing-masing untuk tingkat langjutan (kepemim-pinan dua). Untuk angkatan 11 sebanyak 19 orang, tingkat dasar angkatan 12 sebanyak 18 orang dan angkatan 13 se-banyak 36 orang.
Gembala Sidang Gereja Bethany Manado, Pdt dr Lenny Matoke SpS pada acara wi-suda sekaligus kuliah perdana penerimaan siswa baru ang-katan 17 itu menekankan, pen-tingnya ketaatan para hamba Tuhan kepada kehendak dan perintahNya. Oleha karena itu, ia minta agar para lulusan dalam mengabdikan diri pada tugas pelayanan kerajaan Allah ter-sebut hendaknya selalu mau dan siap menderita serta berkorban dalam menggembalakan umat yang rindu bersekutu dengan Tuhan.
Penyelanggara SOM, Pdm Max Pengellu dalam laporannya mengemukakan, keberadaan SOM di lingkungan Gereja Bethany merupakan sarana pemuridan bagi warga gereja yang rindu melayani sesuai ama-nat agung dalam pemberitaan injil. Oleh karena itu, melalui enam kelas yang tersedia, salvation (keselamatan), holy spirit (roh kudus), divine healing dan blessing (kesembuhan ilahi dan berkat) serta second coming (kedatangan Tuhan Yesus ke-2) untuk tingkat da-sar, dan kepemimpinan satu dan dua untuk tingkat lanjutan. Para lulusan memiliki bekal pengetahuan dalam melak-sanakan panggilan amanat tersebut.
Ratusan lulusan 10 angkatan sebelumnya, saat ini tersebar melayani baik dalam jaringan Gereja Bethany Nasional-In-ternasional maupun di gereja-gereja denominasi lain di Manado dan Sulawesi Utara.
Dalam pelayanan di tengah masyarakat dan jemaat mereka diharapkan benar-benar me-layani sesuai dengan apa yang mereka dapat selama pen-didikan.(aan)
|
|