|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
19 Januari 2008
|
|
Numberi Minta Persiapan WOC Terus Dimatangkan
|
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Freddy Numberi yang juga merupakan Ketua Panitia Nasio-nal World Ocean Conference (WOC) 2009 menegaskan, bahwa persiapan yang dilakukan oleh panitia nasional dan panitian lokal sudah berjalan efektif. Untuk itu, demi sukses-nya agenda ini, maka ia meng-imbau agar persiapan terus di-mantangkan.
“Dari road map CTI di Bali kita sudah melihat hasilnya, yakni Amerika telah memberikan bantuan dalam bentuk pinjaman yang disalurkan melalui World Bank maupun Asean Develop-ment Bank yang totalnya men-capai 125 juta dollar AS,” terang-nya saat menggelar jumpa pers di ruang VIP di Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (18/01) kemarin.
Karena itu, kalau kegiatan CTI di Bali dapat menghasilkan road map untuk menyelematkan laut, maka diharapkan kegiatan WOC juga akan melahirkan road map bersama dan deklarasi Manado tentang penyelamatan laut. Dengan demikian, maka ke depan dunia lebih memperha-tikan keselamatan laut.
“Selama ini FAO-PBB lebih mengedepankan agriculture. Demikian juga dengan hutan menjadi perhatian serius dari dunia. Sementara laut sama se-kali tidak diperhatikan. Hal ini menandakan bahwa belum ada program-program signifikan me-nyangkut laut. Bahkan Indonesia yang memiliki 10 wilayah per-ikanan pun belum ada polanya. Nah, beranjak dari persoal-an ini, maka muncul lah ide untuk meng-gelar WOC,” tegas-nya.
Memang, kata Num-beri, mempersiapkan WOC bukan pekerja-an mudah. Sebab, kita dituntut untuk melakukan pembangunan dan pembenah-an infrastruktur dalam waktu yang relatif singkat.
“Bayangkan saja kalau dalam pelaksanaan WOC nanti ada sekitar lima hingga enam pesa-wat berbadan lebar yang masuk di Bandara Sam Ratulangi. Bagaimana mau mengaturnya kalau bandara yang ada tidak dipersiapkan. Contohnya lagi kegiatan UNFCC yang digelar di Bali yang dihadiri 17 ribu pe-serta, untuk pengamanan saat itu polisi yang dilibatkan tidak saja dari Bali. Ini menjadi gambaran bahwa untuk mem-persiapkan WOC akan ada ba-nyak hal yang harus dilakukan,” terangnya.
Di sisi lain, Numberi meng-ingatkan agar Indonesia dalam kegiatan ini dapat menjadi lokomotif penyelematan dunia. Dan sudah selayaknya Indone-sia menunjukkan karya nyata-nya dalam melindungi dan men-jaga keselamatan laut.
“Kenapa Tuhan menciptakan laut sebesar 76 persen dan daratan 24 persen. Sebab laut-lah yang menggerakkan kehi-dupan manusia. Ini contoh kecil yang belum kita sadari,” im-buhnya.(eda)
|
|