|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
19 Januari 2008
|
|
Kasus KDRT Meningkat, PKK Bakal Optimalkan Shelter
|
Jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) belakangan ini menunjukkan pe-ningkatan yang cukup signifikan. Ironisnya, penanganan terhadap korban KDRT sejauh ini terlihat belum maksimal. Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian terha-dap para korban KDRT, ke depan TP PKK Sulut berencana lebih mengoptimalkan fungsi shelter atau rumah aman terpadu.
Menurut Ketua Tim PKK Propinsi Sulut, Ny DA Sarundajang L Tam-buwun yang disampaikan melalui Sekretaris TP-PKK, Propinsi Sulut, Dra Hetty Sompie-Geru MSi, shel-ter sudah terbentuk sejak tahun 2002 dan sudah banyak menanga-ni kasus-kasus korban kekerasan, bahkan sudah ada yang diproses melalui pengadilan. “Atas kerja ke-ras ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengelo-la shelter maupun JAKPA (Jaring-an Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, red). Karena itu, saya berha-rap agar shelter lebih ditingkatkan agar para korban dapat memper-oleh perlindungan dan rasa nya-man dalam hidupnya,” ungkapnya di sela-sela acara bertajuk ‘Revitali-sasi Shelter’, yang dilaksanakan di Kantor TP PKK Propinsi Sulut, Ka-mis (17/01) kemarin.
Dikatakan Geru, dalam pena-nganan korban KDRT, shelter ha-rus tetap berpegang pada aturan yang telah ditetapkan. Artinya, jika korban harus dirujuk ke ru-mah sakit maka harus diserah-kan ke rumah sakit, dan bila kor-ban harus diserahkan ke kepo-lisian, maka harus diserahkan ke pihak kepolisian.
“Sebelum shelter mengem-balikan korban kepada ke-luarga, maka shelter harus me-mastikan bahwa posisinya be-nar-benar dalam keadaan aman,” tukasnya seraya me-nambahkan, kasus KDRT yang marak dewasa ini di antaranya pemukulan suami terhadap isteri, penganiayaan anak, kor-ban pemerkosaan, trafficking atau praktik perdagangan anak dan kaum perempuan, serta perselingkuhan.(eda)
|
|