|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Sanger dan Talaud |
19 Januari 2008
|
|
Harga mendadak turun
Petani Cengkih Diingatkan tak Terkecoh Permainan Pabrikan
|
Penurunan harga cengkih kering secara mendadak di pasaran dari sebelumnya Rp 57.000 perkilo gramnya dan kini Rp 53 ribu per kilogram, tak harus membuat para pe-tani di daerah ini kuatir dan buru-buru menjual stok ceng-kihnya. Sebab apa yang ter-jadi ini, nilai sejumlah pemer-hati cengkih, hanyalah per-mainan pabrikan untuk men-dapatkan harga pembelian yang sedikit rendah.
Issu kelebihan stok ditingkat pabrikan yang sengaja di-sebar-luaskan ke masyarakat petani, wajar jika dijadikan dalih untuk menurunkan har-ga cengkih. Padahal menurut sejumlah pihak yang meminta indentitasnya dirahasiakan, pabrikan justru masih mem-butukan stok lebih besar.
Harga cengkih menurut me-reka tetap akan naik lagi lebih drastis hingga pada angka 60-an ribu per- kilogramnya. Se-bab di tahun 2008 jelas-jelas tak ada masa produksi atau pemanenan mengakibatkan harga bakal melonjak naik karena berlaku hukum eko-nomi.
Terlebih di 2009 jika cuaca penghujan tak meredup, ke-mungkinan juga tak ada pe-manenan. Itu sebabnya di-ingatkan sekali lagi agar ma-syarakat yang memiliki stok cengkih lebih tak harus ter-kecoh dengan fenomena pe-nurunan harga saat ini. “Ma-sih lebe bagus disimpan du-lu,” tutur Pitres Sombowadile, sosok yang selama ini menge-tahui persis permainan fluk-tuasi harga ditingkat pa-brikan.
Sejumlah pengusaha hasil bumi di Tahuna, membenar-kan jika penurunan harga ini lebih disebabkan adanya permainan pabrikan, dan ti-dak benar stok dipabrikan berkelebihan.(med)
|
|