|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolamania
|
21 Januari 2008
|
|
‘Badai Biru’ Ikon Sepakbola
Sulut
|
UNTUK urusan sepakbola, Sulut patut berbangga. Daerah ‘Nyiur Melambai’ yang kita cintai ini mampu menempatkan tiga tim sekaligus: Persma, Persmin dan Persibom. Tiga tim ini bisa dikata sebagai alat promosi daerah lewat iven akbar Liga Indonesia (Ligina). Namun seiring penetapan aturan baru pemerintah yang melarang penggunaan dana APBD, langkah mundur mulai terdengar.
Catatan: Frangky Salindeho
Hal ini dialami oleh ‘Badai Biru’ Persma Manado, yang kemungkinan besar tak akan ikut pada kompetisi 2008-2009, imbas tak ada dana untuk pembiayaan tim. Tanggapan dan harapan pun bermunculan, tak kala berita ini mencuat ke permukaan. Keinginan agar Persma tetap berkiprah di iven Ligina terus menjadi hasrat yang terpendam oleh para “Bolamania” Manado dan bahkan para pecinta sepakbola di Sulut. Yang perlu diingat, Persma merupakan tim yang sudah punya nama besar diblantika sepakbola tanah air. Meskipun ada tiga tim di Sulut, namun Persatuan Sepakbola Manado rasanya tetap menjadi ikon. Hal itu tak bisa dipungkiri.
Pernyataan ini bukan untuk memandang sebelah mata dua tim lain sedaerah. Tapi ini memang kenyataan yang ada. Saya juga pribadi mengakui Persmin memang pernah merasakan juara tiga pada musim kompetisi 2006, tapi nama Persma Manado sudah lebih dahulu dikenal oleh publik nasional. Jadi kalau sampai tak ikut bagaimana pandangan terhadap sepakbola Sulut nanti? Belum lagi mimpi buruk ke divisi satu bakal dirasakan.
Mudah-mudahan saja pengalaman pahit selama enam tahun di divisi satu takkan terulang.(*)
|
|