|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Otonomi dan Suksesi
|
21 Januari 2008
|
|
Bila Modapa Ngotot Maju, Rachmat yang Modapa
|
Pernyataan Ketua DPP Partai Golkar, Theo Sambuaga bahwa hanya ada satu kader Golkar yang akan diusung ke Pilwako Kota Kotamobagu, ternyata me-nuai kekhawatiran baru. Betapa tidak, jika tiga kandidat Golkar yakni Drs Hi Djelantik Mokodom-pit, Drs Syachrial K Damopolii MBA dan Hamdi Paputungan SH (disingkat modapa, red) nan-tinya sama-sama memaksakan diri untuk maju, maka dampak-nya dipastikan akan membuka peluang bagi kader lain untuk memenangkan pilwako.
“Kalau salah satu dari mo-dapa diusung calon walikota, sementara dua lainnya tidak puas dan tetap memaksa men-calonkan diri untuk maju meski diusung parpol lain, maka duku-ngan dari kader Beringin akan pecah. Kondisi ini pasti akan me-nguntungkan kandidat lain. Dan yang paling diuntungkan adalah Ir Hi Siswa Rachmat Mokodo-ngan, sebab ia memiliki basis massa yang kuat dan tidak mu-dah pecah. Intinya, bila modapa ngotot maju, maka Rachmat yang modapa tu pilwako,” papar Ketua LSM Surya Madani, Salim Landjar.
Menurut Salim Landjar yang se-lama ini dikenal piawai dalam me-nganalisa dinamika politik, meski-pun Rachmat belum pernah te-rang-terangan menyampaikan di-rinya ingin maju sebagai kandidat Walikota KK periode 2008-2013, mengingat dirinya dilarang keras oleh gubernur untuk maju sebagai kandidat, namun semua kemung-kinan bisa saja terjadi. Sebab, dalam dunia politik apa saja bisa berubah dalam hitungan detik.
“Rachmat menjabat sebagai Penjabat Walikota KK selama satu tahun atau sampai tanggal 23 Mei 2008. Selama meme-gang jabatan ini, dia tidak diper-bolehkan mencalonkan diri ke pil-wako. Tapi ketika Pilwako KK di-geber setelah tanggal 23 Mei, sa-ya pikir tidak ada lagi aturan yang mengikat Rachmat. Nah, kesem-patan ini bisa saja akan diman-faatkan Rachmat untuk menca-lonkan diri,” papar mantan Wakil Ke-tua Panwasda Bolmong ini.(tus)
|
|