|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
21 Januari 2008
|
|
Membaik, Soeharto segera pulang
Dokter Takjub
|
Kondisi kesehatan Soeharto makin membaik. Malah diperoleh kabar, mantan penguasa Orde Baru itu sudah bisa dirawat di rumah. Tim dokter sendiri mengaku takjub dengan kenyataan ini. “Kami sendiri juga heran. Kalau saya sendiri mungkin tidak kuat,’’ ungkap Ketua Tim Dokter Kepresidenan, dr Mardjo Soebiandono.
Menurut dr Mardjo, sema-ngat hidup Soeharto sangat tinggi. Selain itu, aktivitas sewaktu muda dulu, sangat mendukung fisik Soeharto untuk bertahan dalam kon-disi kesehatan seperti seka-rang ini. ‘’Beliau kan bekas tentara,’’ katanya.
Untuk saat ini, fungsi jan-tung dan paru-paru Soeharto sudah membaik. “Keadaan umum saat ini memperlihat-kan perbaikan di mana te-kanan darah stabil, yakni 110/40 mmHg, fungsi jantung dan paru-paru juga mem-baik, serta tanda-tanda in-feksi sistemik juga berkurang,” kata dr Mardjo di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Sabtu (19/01) lalu.
Mardjo mengatakan, dengan makin membaiknya kondisi kesehatan pemimpin Orde Baru tersebut, maka tim dok-ter optimis Soeharto dapat se-gera pulang untuk menjalani perawatan medis di rumah. Mardjo menambahkan, tim dokter hingga kini masih terus melakukan perbaikan keadaan umum terhadap Soeharto, seperti mengurangi ketergantungan terhadap mesin pernapasan dan pe-rawatan intensif lainnya secara maksimal.
Sementara itu, mantan Men-sesneg Moerdiono mengata-kan, jika Soeharto sudah da-pat segera pulang, maka lebih baik segera dilaksanakan. “Kalau sudah dapat pulang, ya pulang. Saya kira segera saja,” kata Moerdiono. Moerdiono menambahkan, keluarga Soeharto menyerahkan sepe-nuhnya keputusan tersebut ke-pada tim dokter, kapan Soe-harto dapat dirawat di rumah.
Kondisi Minggu (20/01) kemarin, Soeharto malah makin fantastis. Soeharto dikabarkan sudah bisa meng-angkat tangan dan mera-sakan gatal.
“Kalau saya minta beliau untuk mengangkat tangan ke atas, beliau sudah bisa. Ba-pak juga sudah bisa merasa-kan gatal,” ujar anggota tim dokter kepresidenan lainnya, yakni dr Hadiarto Mangun Negoro.
Sampai hari ke-17 kemarin, lanjut Hadiarto, infeksi sudah bisa dikendalikan. “Ini pres-tasi yang sukses karena sebe-lumnya selama 12 hari ada sepsis (infeksi) yang menjadi ancaman terbesar,” ujarnya. Dokter, imbuhnya, juga mem-berikan obat-obatan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan penguasa Orde Baru itu. “Kita juga berikan biakan untuk mengindentifi-kasi kuman dan menyesuai-kan antibiotiknya sesuai de-ngan biakan itu dan kepekaan terhadap kuman,” kata Ha-diarto seperti dilansir detik.com.
Sementara itu, seiring ma-kin membaiknya kondisi ke-sehatan Soeharto, pembesuk dari kerabat maupun teman juga makin berkurang.
Terhitung sejak pagi hingga sore hari pukul 15.30 WIB kemarin, hanya Sultan Pa-hang Haji Ahmad Syah yang datang membesuk. Selain itu, tidak ada satu pun pejabat ataupun tokoh pemerintah yang datang menjenguk.
Suasana di RSPP pun terli-hat sepi. Wartawan yang meli-put pun makin berkurang, tidak seperti hari-hari biasa-nya. Biasanya banyak warta-wan di depan pintu utama UGD Rumah Sakit Pusat Per-tamina (RSPP) yang jumlah-nya mencapai puluhan, bahkan ratusan. Namun kali ini pintu utama UGD tidak banyak wartawan yang ber-kumpul.
Wartawan hanya berkumpul di pintu lobi utama RSPP. Raut wajah para pemburu be-rita ini pun terlihat lelah. Se-bagian wartawan menghilang-kan kejenuhan dan melepas lelah dengan tidur, main kar-tu, membuka internet dan mengisi TTS. Penjagaan di RSPP pun kini tidak terlalu ketat, meskipun wartawan masih belum diperkenankan ke lantai 5, tempat Soeharto
dirawat.(dtc/zal/sbr)
|
|