HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

21 Januari 2008

Putra Osama bin Laden Ingin Jadi Duta Perdamaian


INI bisa membantah pepatah bahwa buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Buktinya ada-lah Omar bin Laden. Omar adalah putra dari teroris nomor satu dunia, Osama bin Laden. Karakter Omar ter-nyata bertolak belakang dari ayahnya. 
Pasalnya, kalau sang ayah adalah teroris yang kejam, namun Omar bertolak bela-kang. Dia ingin menjadi duta perdamaian. Dalam wawan-cara dengan AP, pria berusia 26 tahun ini sama sekali tidak mencerminkan sosok ayah-nya, pemimpin kelompok Al-Qaeda itu. 
Menurutnya, cara yang lebih baik untuk membela Islam adalah lewat perdamaian an-tara umat Muslim dengan Barat. Omar yang merupakan salah seorang dari 19 putra bin La-den menuai pembicaraan yang hangat di beberapa tabloid ta-hun lalu ketika dia menikahi seorang wanita Inggris ber-usia 52 tahun, Jane Felix-Browne yang berganti nama menjadi Zaina Alsabah. 
Sekarang pasangan ini ingin menjadi pengacara dan me-rencanakan semacam perja-lanan balapan kuda sejauh 3.000 mil di seberang Afrika Utara untuk menarik perha-tian ke arah perdamaian. “Ini masalah perubahan gagasan pemikiran barat. Banyak orang menilai orang Arab khususnya keluarga bin La-den dan terlebih-lebih Osama adalah teroris. Itu tidak be-nar,” tegas Omar pekan lalu di sebuah kafe mall di sebuah perbelanjaan Kairo. 
Menurut Alsabah yang men-coba membawa suaminya ke Inggris mengungkapkan, “Omar menganggap dirinya bisa menjadi negosiator. Dialah satu-satunya orang di dunia ini yang bisa melaku-kan itu,” katanya. Omar ting-gal bersama pemimpin Al Qaeda itu di Sudan dan lantas pindah bersamanya di Afgha-nistan pada 1996.
Di sana, Omar mengatakan, dia melatih di sebuah kamp Al Qaeda, namun pada 2000 memutuskan diri bahwa ada cara lain untuk mengatasi itu semua dan lantas dia mening-galkan ayahnya dan kembali menetap di kampung hala-mannya di Saudi Arabia. “Saya tidak ingin berada da-lam situasi yang hanya untuk bertempur. Saya ingin mene-mukan cara lain seperti yang kita lakukan ini: berdialog,” ujarnya dalam bahasa Inggris. 
Dia menyarankan ayahnya agar tidak menentang kehen-daknya untuk meninggal-kannya dan istrinya menam-bahkan Omar sangat teguh dengan keinginannya, namun dia tidak ingin mencampuri hal itu. “Omar Bin Laden itu adalah putranya Osama bin Laden dari istri pertamanya Najwa,” sebut seorang pejabat intelijen AS yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia juga membenarkan Omar di-besarkan di Sudan dan Afgha-nistan setelah ayahnya heng-kang dari Saudi Arabia.
Omar dan istrinya bersike-ras tidak terusik dengan para pejabat Mesir yang pada Ka-mis mengatakan, putra pe-mimpin teror itu tidak diang-gap sebagai ancaman. “Dia datang dan pergi layaknya turis. Dia ingin menegaskan dirinya berbeda dengan ayah-nya dalam segala hal,” kata seorang pejabat keamanan. 
Omar mengatakan, dia be-lum bertemu ataupun meng-adakan kontak dengan ayah-nya sejak meninggalkan Afghanistan. “Ayah saya tidak punya e-mail, tidak menerima telepon… kalaupun ada tentu orang lain bisa melacaknya melalui satelit,” tambah Omar. Omar sama sekali tidak mengkritik apa yang dilaku-kan ayahnya sebab ayahnya semata-mata mencoba mem-bela dunia Islam. 
“Ayah saya menilai dirinya lebih baik membela orang Arab dan menghentikan orang lain, menyiksa orang Arab atau umat Muslim di seluruh dunia,” katanya sambil meng-ingatkan dunia barat bahwa dulu barat tidak ada masalah dengan ayahnya ketika dia pernah bertempur melawan Rusia di Afganistan pada era 1980-an. 
Omar meyakini perdamaian antara Barat dan Al Qaeda bisa terjadi. “Ayah saya kini mencoba mencari gencatan senjata, tapi saya rasa peme-rintah tidak mau menghorma-tinya. Kapan pun, mereka ti-dak juga menghormatinya. Mengapa seluruh dunia ingin menyerangnya? Itu sudah berlawanan,” cetusnya. Osa-ma bin Laden diyakini tengah bersembunyi di daerah per-batasan Pakistan-Afganistan. 
Sedikitnya dua putra Osama bin Laden yakni Hamza dan Saad diyakini aktif berperan di Al-Qaeda. Hamza diyakini berada di zona perbatasan Pakistan-Afghanistan semen-tara Saad berada di Irak atau mungkin berada di pena-hanan Iran. Namun sebagian besar anak-anak pemimpin Al-Qaeda ini seperti Omar, hidup sebagai pengusaha. Keluarga ini sepenuhnya ke-hilangan hak kepemilikan tahun 1994 ketika pemerin-tah Saudi Arabia mencoret kewarganegaraannya karena aktivitas militernya. 
Keluarga ini cukup kaya, di mana ayah Osama bin Laden, Mohammed merupakan mi-liuner yang wafat pada 1967 dan memiliki lebih dari 50 anak dan mendirikan Binla-den Grup, sebuah konglo-merat konstruksi.(ap)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin