|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Induk
|
21 Januari 2008
|
Polisi Grebek Judi Sabung Ayam di Remboken
Operasi pemberantasan penyakit masyarakat, perjudian, terus ditingkatkan jajaran kepolisian. Di Minahasa, operasi ini mulai menuai hasil positif. Buktinya, Tim Gabungan Polres Minahasa dan Polda Sulut berhasil mengamankan dua warga Remboken yang terlibat dalam judi Sabung Ayam di Desa Paslaten Kecamatan Remboken, Sabtu (19/01) pekan lalu.
Dari informasi yang dihimpun menyebut, penggrebekkan ini dilakukan petugas kepolisian setelah mendapat informasi dari warga. Sayangnya, saat petugas turun ke TKP pada sekitar pukul 16.30 WITA, sejumlah warga langsung tumingkas. Meski begitu, petugas berhasil mengamankan tersngka YP alias Geno (35), warga Urongo, dan seorang saksi atau penonton yakni YT alias Utu (61 th), warga Desa Paslaten Kecamatan Remboken. Dalam penggrebekkan itu, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa dua ekor Ayam pejantan dan uang taruhan sebesar Rp 275 ribu.
Kapolres Minahasa AKBP Drs A Kliment Dwikorjanto MSi ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Rustanto SIK, membenarkan adanya penggrebekkan tersebut. Dikatakan, operasi gabungan tersebut dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk menekan angka kriminilatas khususnya 13 sasaran prioritas Kapolri di seluruh jajaran Polda Sulut. Operasi ini sendiri, tambah Kasat Rustanto, akan terus berlanjut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.(dav/tr-01)
Ingin lestarikan danau
Hutan Kelelondey Harus Dijaga
Hutan Kelelondoy yang terletak di wilayah Kecamatan Langowan Barat, merupakan salah satu pemasok air terbesar untuk di Danau Tondano. Bila aksi penebangan liar di hutan ini masih terus berlangsung, kelestarian Danau Tondano pasti akan terancam.
Olehnya sejumlah kalangan pemerhati lingkungan hidup menyarankan kiranya Pemerintah Kabupaten (pemkab) Minahasa memperhatikan kelestarian hutan lindung dimaksud. “Kalau danau diandaikan seperti manusia, Hutan Kelelondey adalah jantungnya. Mengapa, karena Kelelondey berfungsi sebagai jantung atau penyuplai terbesar bagi Danau Tondano. Jadi jika hutan ini gundul, suplai air ke danau akan mengalami masalah. Ini mungkin yang harus menjadi perhatian pemerintah,” tandas seorang personel LSM peduli lingkungan, sembari meminta namanya tidak usah dikorankan agar tidak ada kesan masukan ini ada kaitannya dengan kepentingan tertentu.
Pada bagian lain, warga yang ada di lereng Hutan Kelelondey, diimbau untuk menjaga kelestarian hutan tersebut. Sebab partisipasi aktif masyarakat dalam rangka menjaga kelestarian Hutan Kelelondey, sangat-sangat penting. “Ya, kami terus mengimbau warga desa disini agar turut mengawasi aksi penebangan liar. Bila didapati aksi ini dilakukan, kami sebagai pemerintah desa akan mengambil tindakan tegas. Kami juga terus mengawasi kayu yang turun dari atas sana (Kelelondey, red). Ini sebagai langkah antisipasi, jangan-jangan kayu tersebut tidak dilengkapi dokumen yang sah,” ujar Kumtua Desa Raringis Kecamatan Langowan Barat, Hard Walintukan.(dav)
Langut Diresmikan Pekan Ini
Bila tidak ada aral melintang, peresmian Kecamatan Langowan Utara akan direalisasikan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Minahasa dalam pekan berjalan. Peresmian sekaligus pelantikan Camat Langut ini sendiri rencananya akan dilakukan langsung Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu.
Ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan pekan lalu, Bupati Runtu membenarkan rencana tersebut. Bahkan saat itu juga bupati langsung memanggil para pejabat terkait, untuk melakukan persiapan jelang acara peresmian. “Mudah-mudahan minggu depan (pekan ini, red), peresmian sudah dilakukan,” tandas bupati yang akrab dikenal dengan sebutan SVR itu.
Sementara itu, Camat Langowan Timur, Drs Denny Waworuntu, ketika dimintakan keterangan menjelaskan bahwa memang sampai Minggu (20/01) kemarin, pihaknya belum mendapat petunjuk tentang jadwal peresmian tersebut, meskipun signal dari pemkab telah mengisyaratkan bahwa peresmian akan dilakukan paling lambat akhir Januari.
“Tapi kalau sudah ada petunjuk dari atas yang menyatakan bahwa peresmian akan segera dilakukan dalam beberapa hari kedepan, kami akan segera berkoordinasi dengan Panitia Pembentukan Kecamatan Langowan Utara, untuk melakukan persiapan-persiapan teknis. Yang jelas, secara umum Langowan Utara sudah siap untuk diresmikan,” jelasnya singkat.(dav)
Kaawoan: PPIP di Tempang, Tidak Diselewengkan
Ketua Pelaksana PPIP (Proyek Pembangunan Infrastruktur Pedesaaan) di Desa Tempang I dan II 2 di Kecamatan Langowan Utara, Herni Kaawoan mengatakan tidak ada penyelewengan terhadap proyek tersebut.Hal ini dikatakan Kaawoan menanggapi adanya tudingan bahwa proyek berbandrol Rp 250 juta itu tidak sesuai dan amburadul.
Kaawoan menyebutkan, proyek jalan yang merupakan jalan lingkar yang menghubungkan Desa Tempang I dan Tempang II tersebut, dibangun semi hotmix dengan panjang jalan 1,2 kilometer. “Pekerjaan jalan ini dikerjakan langsung oleh masyarakat. Dan sampai saat ini kami tidak pernah menerima keluhan dari masyarakat. Malah semuanya sangat senang dengan proyek jalan tersebut,” ungkapnya.
“Kalau itu dikerjakan oleh kontraktor jalan, mungkin keberadaanya tidak akan seperti yang ada sekarang ini. Karena proyek itu tidak untuk mendapatkan keuntungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata dia, kalau ada satu atau dua orang yang kurang puas, silakan menghubungi pihaknya, dan jangan mengatasnamakan masyarakat. Karena masyarakat Tempang umumnya mendukung proyek tersebut. “Direncanakan proyek ini akan diresmikan Bupati Minahasa dalam waktu dekat ini. Dan bila ada pihak Banwas maupun Camat mau memeriksa proyek ini, silakan datang melihatnya sendiri,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Hukum Tua Tempang I Viane Kaawoan sangat menyayangkan kalau ada masyarakat Tempang yang kurang mendukung proyek ini. “Karena proyek itu sendiri sangat menguntungkan warga Tempang umumnya. Jadi jangan sampai satu atau dua orang yang mungkin punya maksud-maksud tertentu, harus menjual masyarakat Tempang,” tuturnya.(jef)
Dinas Pasar-Kebersihan Bakal Digabung
Entah ini terkait adipura yang pasti keberadaan Dinas Pasar akan digabung dengan Kebersihan “Memang untuk saat ini di Minahasa belum ada Dinas Kebersihan. Namun sesuai dari tekad dari pemkab untuk tahun ini akan merebut akan Adipura, maka ke depan kami akan menggabungkan menjadi Dinas Pasar dan Kebersihan,” ungkap Bupati Minahasa Vreeke Runtu.
Meski begitu, Vreeke mengatakan untuk meraih Adipura tidak mudah. Sehingga dibutuhkan keseriusan untuk menangani masalah kebersihan.
“Yang pasti Adipura akan menjadi target kami, namun peran masyarakat pun sangat penting dalam menyokong akan segala program pemkab,” pintanya. (tr-01)
|
|