|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
21 Januari 2008
|
|
|
Sejumlah industri dan oknum PDAM diduga terlibat
Tatanude Ungkap Praktik Pencurian Air
|
Sejumlah industri di Bitung diduga mengambil air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Duasudara Bitung secara ilegal. Praktek pencurian air itu diduga melibatkan orang dalam atau oknum karyawan PDAM Bitung.
Hal tersebut diungkapkan Victor Tatanude SH yang ada-lah anggota Dekot Bitung dari Fraksi Keadilan Persatuan Pembangunan (FKPP), kepada wartawan, baru-baru ini. “Ba-nyak sekali usaha industri yang mengambil air tidak dari hidran perusahaan. Diduga yang membantu mereka ada-lah oknum petugas PDAM,” beber Tatanude seraya me-nambahkan pembayarannya dibayarkan langsung oleh per-usahaan kepada oknum pe-tugas, bukannya ke loket PDAM.
Hebatnya, lanjut Tatanude, cukup banyak industri yang ternyata hanya membayar dengan rekening rumah tang-ga yang sudah tentu jauh lebih murah dari rekening untuk industri. “Ada sekitar 85 per-sen industri di Bitung hanya membayar rekening air de-ngan kategori rekening ru-mah tangga padahal seharus-nya dikenakan biaya industri. Berapa saja kerugian yang di-alami pemerintah daerah,” ungkap Tatanude lagi.
Dikatakan pula, pengawasan oleh PDAM harus dilakukan over ketat terhadap petugas-petugas lapangan yang ‘ber-main mata’ dengan pihak in-dustri untuk membobol air se-hingga merugikan daerah.
Sementara itu, Direktur PDAM Kota Bitung, Hengky Sampow ketika dikonfirmasi soal tudingan tersebut menga-takan, pihaknya sejauh ini be-lum bisa memastikan hal ter-sebut, karena tidak ada temu-an soal dugaan itu. Namun de-mikian, kata Sampouw, diri-nya akan melakukan pemerik-saan dan audit internal untuk mencari oknum pegawai PDAM yang diduga terlibat dalam ‘permaianan’ ini.
“Pada dasarnya yang kami inginkan adalah patuh dan taat kepada aturan. Jika ada oknum yang bertindak tidak sesuai meknisme yang ada maka hal tersebut harus dibe-rantas,” tegasnya.(oan)
|
|