|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
21 Januari 2008
|
|
Siapkan penyambutan dua bayi kembar kedua
MMS: Demi Rakyat, Saya Ikhlas Lahirkan Bolsel dan Boltim
|
Sesuatu yang luar biasa ketika seorang ibu yang baru me-lahirkan bayi kembar lalu setahun kemudian diharuskan melahirkan lagi bayi kembar kedua. Kesibukan dan rasa, bahkan beban dari seorang ibu yang harus membesarkan empat balita sekaligus seperti ilustrasi tersebut, setidaknya sama dengan kondisi Bunda Pembaharu Totabuan, Bupati Bolmong, Dra Hj Marlina Moha-Siahaan, saat ini.
Ya, kalau sebelumnya kabar baik soal Boltim dan Bolsel ha-nya sebatas pernyataan atau informasi saja, kini Bupati MMS telah memastikan se-muanya. Stelah menerima langsung tembusan Surat Pre-siden RI tentang persetujuan RUU Pemekaran 12 daerah otonomi baru, termasuk Bolsel dan Boltim. Di mana dalam kopian yang diteruskan Pem-kab Bolmong kepada harian ini, surat bernomor R.68/Pres/12/2007 yang sifatnya rahasia dan ditandatangani langsung Presiden SBY pada tanggal 10 Desember 2007 ter-sebut, dengan jelas mencan-tumkan calon kabupaten Bolmong Timur dan Bolmong Selatan masing-mnasing berada di nomor urut 8 dan 9.
“Ini adalah rahmat dan karu-nia yang tak terhingga dari Allah SWT kepada seluruh rakyat Totabuan. Tuhan telah menga-bulkan doa kita. Dan demi rak-yat, saya sangat ikhlas mela-hirkan ‘bayi kembar’ kedua ini. Walaupun tahun sebelumya, kita juga baru meresmikan bayi kembar pertama, Kotamobagu dan Bolmut. Saya juga meng-imbau kepada seluruh rakyat Totabuan agar siap lahir mau- pun batin untuk menyambut dua lagi daerah otonomi baru ini,” ungkap tulus Bupati MMS, Jumat lalu.
Pernyataan keihklasan Bun-da Pembaru Totabuan terse-but sekaligus meruntuhkan sejumlah klaim miring dari pihak-pihak, tak sedikit dari internal sendiri, yang mungkin iri sehingga tak menginginkan suksesnya perjuangan peme-karan Boltim dan Bolsel. Se-bab diakui, masih ada segelin-tir pihak yang terkesan men-cibir perjuangan MMS terkait pemekaran, tapi ketika per-juangan itu berhasil, biasanya satu per satu dari mereka mulai mendekati MMS bahkan ada yang mengklaim sebagai salah satu pahlawan peme-karan juga.
Sebagai konsekuensi dari pernyataan kesiapan dan keikhlasan bupati melahirkan dua bayi kembar kedua tadi, dipastikan puluhan miliar lagi biaya dari kas daerah yang telah diketuk dalam APBD 2008 harus dialihkan untuk modal awal dua daerah tadi di tahun pertama. Untuk yang satu ini, MMS tidak mengeluh sepatah katapun.
“Ya, itu adalah konsekuensi logisnya. Sebagai bentuk tang-gung jawab induk melahirkan dua daerah otonomi baru, tentu Pemkab Bolmong harus menye-diakan dana dari APBD untuk pembiayaan awal Bolsel dan Boltim apabila telah disahkan menjadi daerah otonomi sen-diri. Pemerintah siap, seikhlas kesiapan kami menyambut kelahirannya,” tegas Bupati.
Diketahui, plotting anggaran untuk Bolsel dan Boltim ada-lah tugas yang tak gampang. Selain menelan puluhan mi-liar, juga karena dana pusat untuk Bolmong tahun 2008 ini sudah disahkan dalam APBD. Sehinga dibutuhkan kerja keras dan kejelian untuk menghapuskan sejumlah pos, guna dialihkan pada pemba-ngunan awal Bolsel dan Bol-tim. Padahal untuk tahun 2008 ini, induk juga telah meng-anggarkan lebih dari Rp 10 miliar untuk menyusui dua bayi yang dilahirkan tahun lalu, KK dan Bolmut.
Seberapa besar dana awal untuk dua daerah ini? Ketua Panitia Pemekaran Drs Jainu-din Damopolii yang dihubungi pekan lalu mengakui tentu saja tidak berbeda dengan da-na awal untuk KK dan Bolmut tahun lalu. Di mana masing-masing mendapat Rp 5 miliar.(tus)
|
|