|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
21 Januari 2008
|
|
Soal Kerukunan Umat Beragama
Presiden Harus Kerja Keras
|
Menyikapi
berbagai peristiwa, seperti penutupan tempat ibadah
dan pelarangan beribadah bagi kaum minoritas serta
masalah SKB dua menteri tentang pendirian rumah
ibadah, tokoh agama Kristen meminta Presiden harus
bekerja keras menyelesaikan permasalahan ini berkaitan dengan kerukunan umat beragama.
“Bisa saja Komnas HAM menyatakan stop penutupan dan pelarangan beribadah, tetapi hal ini harus dilakukan dengan tindakan atau langkah nyata. Bahkan ini bukan saja tugas dari Konas HAM, pemerintah pun harus mengambil tindakan tegas menghadapi permasalahan ini,” tandas Pst Fred Tawaluyan dan Pdt Johan Manampiring, pekan lalu.
Menurut mereka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus bekerja keras membenahi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di era pemerintahannya. Kenyataan di lapangan, selama ini Yudhoyono tidak memberikan pemenuhan hak asasi, terutama terhadap kebebasan beragama.
Sebenarnya, tambah keduanya, kebebasan beragama sudah diatur dalam konstitusi, konvensi hak sipil, dan politik yang telah diratifikasi pada 2006. Namun, pelaksanaannya tidak terjadi seperti sebagaimana seharusnya.
Bahkan selama ini seperti yang dikatakan Tawaluyan, selama dua tahun terakhir, pemerintah tidak melakukan koreksi tegas terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM, khususnya yang berkaitan dengan kebebasan beragama. Dia mengingatkan, konvensi hak sipil politik yang melindungi kebebasan beragama telah diratifikasi, namun kekerasan tetap meningkat.
Berdasarkan temuan Imparsial, untuk tahun 2007, setidaknya ada 33 kasus pelanggaran HAM yang ber- kaitan dengan kebebasan beragama. Kasus tersebut antara lain penutupan paksa gereja, pembubaran gereja, penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah.(lex)
|
|