|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Talaud,
Sitaro, Sagihe |
21 Januari 2008
|
|
Cengkih di Bawah
Rp 50 Ribu, Rugikan Petani!
|
Sikap untuk terus menggumuli nasib petani ‘emas hitam’ di Kabupaten Kepulauan Sangihe, terus digaungkan. Ini menyusul adannya dugaan permainan pabrikan terhadap harga cengkih yang hingga kini terus diciutkan.
Bertolak kenyataan tersebut, desakan deras kali ini datang dari kalangan pemerhati ceng-kih dan kaum petani di Sangihe. Mereka meminta pihak pabri-kan untuk tidak menurunkan lagi harga cengkih di bawah Rp 50 ribu per kilogramnya. Se-bab bila harga diturunkan, akan membawa dampak bu-ruk bagi petani terkait opera-sional produksi.
Langkah atau terobosan un-tuk menghindari permainan yang lebih cenderung merugi-kan petani, sebagaimana di-sampaikan pemerhati cengkih Sangihe Pitres Sombowadile, yakni semua petani yang me-miliki stok lebih menghentikan sementara penjualan ke pabri-kan sebelum ada perbaikan harga yang lebih sesuai.
Sebab bilamana stok dipabri-kan terus bertambah, lanjut Sombowadile, mereka akan dengan entengnya memper-mainkan harga.
Terkait kelebihan stok yang selanjutnnya dijadikan dalih pabrikan untuk menurunkan harga, sama sekali tidaklah benar dan sepantasnya ini menjadi perhatian semua pi-hak demi nasib para petani cengkih yang tak jarang di-manfaatkan para ‘pendulang emas hitam’ untuk menda-patkan ketambahan stok de-ngan harga yang lebih mu-rah.
“Intinya dua tahun ke depan kemungkinan besar tidak ada produksi atau panen raya. Itu sebabnya hukum ekonomi pun akan berlaku dan rakyat khususnnya yang memiliki stok saat ini tentu saja diun-tungkan jika tak gegabah men-jualnya ke pabrikan.” pung-kasnya.(med)
|
|