HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

22 Januari 2008

Kelanjutan Pacuan Kuda Tunggu Petunjuk Imba 


Pemkot Manado belum meng-ambil sikap mengenai kelan-jutan proyek pembangunan pacuan kuda di lahan Balitka, Mapanget. Menurut Sekre-taris Kota Ir GSV Lumentut, saat ini pihaknya masih me-nunggu petunjuk walikota. “Soal pacuan, kita tunggu pe-tunjuk walikota dan kita belum ambil tindakan lain,” kata Lumentut, Senin (21/01) kemarin kepada wartawan. 
Meski pun demikian Lumen-tut belum memastikan apa-kah masih dilakukan peker-jaan di lokasi. “Sampai pekan lalu masih ada, tapi untuk saat ini saya kurang tahu,” ujarnya. Namun saat ditanya apakah pekerjaan akan di-hentikan atau dilanjutkan, mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sulut ini be-lum dapat memberikan ke-pastian. Karena itu, pemkot belum mencari alternatif lo-kasi lain. “Kita masih tunggu petunjuk Pak Walikota apa-kah akan dihentikan atau dilanjutkan dan kita belum cari lokasi,” ujarnya lagi. 
Pernyataan Lumentut ini terkesan mementahkan state-men Wakil Walikota (Wawali), Abdi Buchari SE MSi bebera-pa waktu lalu. Di hadapan se-jumlah wartawan, ketika itu wawali mengatakan, pihak-nya sementara mencari lokasi baru untuk pembangunan pacuan kuda yang sebelum-nya direncanakan di kawasan Balitka Paniki. “Memang akan dipindahkan tapi kita semen-tara cari lokasinya,” tukas Buchari kepada wartawan, Kamis (17/01). 
Meski pun belum dipastikan, namun menurut Buchari ma-sih akan berada di Kecamatan Mapanget. “Lokasinya tetap di Kecamatan Mapanget tapi belum dipastikan di bagian mana,” katanya lagi. Salah satu alasan pemindahan lokasi ini lanjut mantan Karo Ekonomi Setdaprop Sulut ini karena letaknya yang berdekatan de-ngan Bandara Sam Ratulangi. “Rencana ini sudah diketahui pak walikota,” tandasnya. 
Diketahui lahan yang saat ini sementara dibangun lahan pacuan kuda, merupakan tanah milik Departemen Per-tanian yang ternyata me-rupakan satu-satunya areal plasma nutfah yang ada di Indonesia. Sehingga Mentan pun mengecam dan melarang rencana pemkot ini.(vic/ftj

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin