|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
22 Januari 2008
|
|
GSP: Perlakuan Buruk Terhadap Bung Karno,
Adalah Masa Lalu
|
Di saat kritis, Pak Harto men-dapat perlakuan lebih istime-wa dibanding saat pemerintah Orde Baru memperlakukan Bung Karno. Namun, Guruh Soekarno Putra (GSP) tidak mempermasalahkan perla-kuan terhadap ayahnya itu. Biarlah hal itu menjadi bagian masa lalu.
“Soal perlakuan terhadap Bung Karno dan apa yang dilakukan Pak Harto itu bagian dari masa lalu. Dan saya pribadi, mungkin ke-luarga tidak mempermasalah-kan. Biar Tuhan yang men-catat,” kata GSP saat ditanya apakah adil perlakuan terha-dap Bung Karno dibanding perlakuan terhadap Soeharto saat ini.
Guruh mengaku tidak sakit hati terhadap pemerintah Orde Baru. “Kalau saya bisa mengklaim diri saya, saya ini orang spiritual. Artinya, saya selalu bersama dengan Tu-han. Soal sakit hati ya nggak adalah karena saya selalu bersama Tuhan,” kata anak Bung Karno ini dilansir detik.com di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (21/01).
Bagi Guruh, perlakuan yang diberikan kepada Pak Harto saat ini memang sudah se-pantasnya. “Pak Harto itu sudah sepuh, sudah tua. Jadi pantaslah kalau mendapat-kan perawatan seperti itu. Setiap warga negara kan ber-hak mendapatkan peng-obatan,” jelas dia.
Guruh mengaku memang permintaan ayahnya untuk berobat ke Jepang tidak dires-pons oleh pemerintah. Saat itu, Bung Karno harus menjalani cuci darah. Namun, alat cuci darah belum ada. Lantas, dok-ter mengajukan dua pilihan kepada pemerintah saat itu.
“Harus dirawat ke luar ne-geri, pada saat itu Jepang tu-juannya atau alatnya dima-sukkan ke Indonesia agar Bung Karno tetap dirawat di Indonesia. Tapi pada saat itu pemerintah tidak menghirau-kan. Ya kalau saya sih tidak masalah, biar Tuhan yang mencatat,” kata Guruh tanpa meledak-meledak.(dtc)
|
|