|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
22 Januari 2008
|
|
Soeharto Dimaafkan,
Asal Bukan Soal Uang
|
Segala kesalahan mantan Presiden Soeharto dapat di-maafkan, asalkan tidak me-nyangkut masalah uang ko-rupsi dan mengambil uang negara. “Karena ada prinsip, salah dalam memaafkan lebih baik dari pada salah dalam menghukum. Tetapi kalau itu menyangkut uang negara dan ada buktinya ya diproses. Kalau tidak ada buktinya, ya selesai,” kata Ketua MUI Bi-dang Fatwa Ma’ruf Amin.
Hal ini disampaikan Ma’ruf diskusi bertajuk “Memaknai Kembali Kebebasan Beragama” di CDCC, Jalan Kemiri, Men-teng, Jakarta Pusat, Senin (21/01). Mengenai masalah keua-ngan negara, menurut dia, jika Soeharto terbukti melakukan korupsi dikembalikan uang-nya. “Masalah hukum maafkan saja, kan sudah tua,” ujarnya.
Bagaimana dengan kesalah-an di bidang kemanusiaan? “Itu kan kesalahan yang tidak jelas. Masalah kebijakan dan itu bisa diperdebatkan. Lagi pula dia sudah tua sehingga seharusnya masalah itu di-maafkan saja,” kata Ma’ruf.
Pada bagian lain, tim dokter kepresidenan membantah ka-bar yang menyebutkan mantan Presiden Soeharto siap kembali ke Cendana. Menurut mereka keluarga belum mengizinkan Soeharto untuk pulang.
“Jadi tidak betul berita yang menyebutkan Pak Harto hari ini (kemarin, red) akan pu-lang. Keluarga juga belum memberikan izin untuk pulang,” kata dr Christian A Johannes di RSPP, Jalan Kyai Maja, Jakarta, Senin (21/01).
Menurut Christian, Soeharto masih dirawat di ruang ICU. Kamar perawatannya di lantai 5 memang didesain sebagai ruang ICU. “Kalau kondisinya membaik, belum tentu keluar dari ICU. Tapi bertahap ke ruang intermediate dulu, baru ke ruang biasa,” jelasnya.(dtc)
|
|