|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Induk
|
22 Januari 2008
|
|
Mutasi Guru Disinyalir Sarat Muatan Politis
|
Rencana mutasi guru di jaja-ran Dinas Pendidikan Kabupa-ten Minahasa, telah menjadi isu hangat yang ramai dibica-rakan berbagai kalangan ma-syarakat akhir-akhir ini. Se-bab rencana mutasi tersebut disinyalir sarat muatan politik, pascapelaksanaan Pilkada Minahasa.
Sebagaimana informasi yang dirangkum dari berbagai sum-ber menyebut, sejumlah guru mulai merasa khawatir karena ada isu tak sedap terkait mu-tasi ini. Katanya, guru-guru yang diketahui tidak mendu-kung salah satu calon tertentu dalam Pilkada Minahasa lalu, akan ditempatkan di sekolah terpencil di Minahasa. Sebalik-nya, guru-guru yang mendu-kung akan diberi penghargaan berupa penempatan di sejum-lah sekolah elit di kawasan perkotaan.
Menanggapi isu ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, langsung angkat bicara. Dijelaskan, rencana mutasi guru tidak ada kaitan-nya dengan kepentingan poli-tik tertentu. “Sudah menjadi masalah klasik dalam dunia pendidikan di Minahasa, bah-wa penempatan guru di Mina-hasa tidak merata. Makanya ada banyak sekolah di wilayah terpencil yang kekurangan guru. Ini yang sebenarnya akan kita benahi,” ujar Sajow.
Selain itu, lanjutnya, rencana pembenahan didorong oleh ke-butuhan guru di Minahasa. “Banyak kumtua yang minta guru karena sekolah di desa mereka kekurangan guru. Yah, mau tidak mau kita harus me-lakukan pembenahan secara proporsional sesuai kebutuh-an. Karena kalau tidak dibe-nahi sekarang, masalah ini tak akan pernah selesai,” kata Wa-kil Bupati Minahasa terpilih ini sembari menambahkan, pihak-nya sedang melakukan kajian terkait rencana tersebut.
Dia pun meminta para guru untuk tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan isu-isu lain yang meresahkan. “ Kan kita akan mengkaji. Kalau memang ada guru di sekolah pedalaman yang berprestasi, tentu kita harus memberikan penghargaan kepada guru tersebut. Minimal guru itu ditarik dari sekolah di pedala-man, kemudian dipindahkan ke sekolah di kota . Itu salah satu contoh saja. Yang jelas, tidak ada kepentingan politik di balik rencana pemerataan guru ini,” pungkasnya.(dav)
|
|