CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Bolamania 

22 Januari 2008

Mangindaan: Nasib Persma Tanggung Jawab Bersama

 

 IKUTI BERITA LAIN

Sukses, Kejuaraan Bulutangkis Terbuka H&F Cup I
Rumajar: Harus Dibina Sejak Usia Muda

Mantan Gubernur Sulut, Letjen(Purn), EE.Mangindaan Msi menegaskan, semua pihak harus bertanggung jawab jika Persma Manado tidak berlaga lagi di liga Indonesia 2008-2009.”Persma jangan sampai Kolaps. Semua harus bertanggung jawab. Kalau merasa memiliki Persma terutama pencinta sepakbola harus berjuang jangan sampai hal tersebut terjadi,” katanya kepada Komentar di Jakarta, kemarin(21/1)

Pencetus tim badai Biru ini yakin Walikota Manado bisa menggalang kekuatan agar Persma tetap eksis di Liga Indonesai mendatang.“Saya yakin Walikota bisa mengakat kembali Pamor Persma,” tukasnnya. Caranya? Menurut mantan manajer PSSI Garuda ini berkilah, kesungguhan ada dalam pembinaan kesebelasan itu sendiri dengan menciptakan masyarakat ada minat menonton, sehingga mendatangkan uang untuk pembinaan, argumenya.
Disisi lain banyaknya pemain asal Persma seperti, Francis ‘Enal’ Wewengkang(Persija Jakarta) dan Firman Utina(Persita Tangerang) yang sukses berlaga diluar tim badai bitu. Mengindaan mengaku kelalaian kita melepasnya. Meski bageitu merupakan dinamika pembinaan, tambahnya. Namun, seharusnya tidak terjadi jika pembinaan dilakukan secara propesional, kilahnya “Itu dinamika pembinaan. Seharusnya pemain tersebut mendapat perhatian kusus agar tidak pergi,” tukasnya. Apalagi mendekati PON(Pekan olah raga Nasional) mendatang, sehingga bakal menjadi trend, ungkapnya. “banyak atelit kita di beli karena kita tidak sanggup lagi,” katanya seraya menambahkan, manajemen baik yaitu memperhatikan kesejehteraan pemain dan pelatih.
Seperti diketahu, pasca peraturan Mendagri tentang pembatasan APBD untuk sepekbola menyebabkan persepakbolaan yang mengunakan angaran tersebut bakal guling tikar alias tidak bisa mengikuti ivent bergengsi berikutnya lagi.(zal) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin