CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Bolmong, Kotamobagu, Bolmut

22 Januari 2008

Bibit Jagung yang Hasilnya Pucat Beredar di Bolmong

 

 IKUTI BERITA LAIN

Kadis Pertanian Bolmong: Ini Program Pemerintah Pusat   
Komentar Berbagi Kasih dengan Anak Yatim  

Ini masukan kepada Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang yang oleh petani khususnya di Bolmong dianggap sebagai pahlawan karena keberhasilan memotivasi masyarakat menanam jagung sekaligus menyelamatkan harga jagung, lewat Crash Program jagung yang dicanangkan sejak 2005 silam. Terindikasi kuat saat ini sedang beredar bibit jagung hibrida yang hasilnya nanti bukan berwarna kuning tapi pucat. Nama bibit itu berinisial P1 (Prima 1).
 Sudah begitu, pengumpul jagung enggan membeli hasil jagung jenis ini karena kualitas-nya tidak sesuai dengan per-mintaan di luar daerah. Kalau pun ada yang terpaksa mem-belinya, mungkin karena stok jagung sedang kurang, namun itupun dengan harga yang sangat di bawah. Contoh, bila harga pasaran jagung Rp 1500 per kg, maka jagung pucat tadi hanya bisa dihargai sekitar Rp 300 sampai Rp 400 per kg.
Komentar yang selama ini sangat konsern dengan upaya peningkatan produksi jagung khususnya di Bolmong, cukup kaget setelah menghimpun in-formasi tentang adanya pu-luhan ton bibit tadi akan di-edarkan ke petani jagung di daerah ini. Di mana saat ini se-bagian sudah tersalur kepada petani. Bila saja petani terpe-ngaruh menanam bibit jenis ini, maka kemungkinan besar produksi jagung Bolmong em-pat atau lima bulan ke depan, bakal anjlok drastis. Yang me-miriskan, petani akan sangat dirugikan karena keengganan pengumpul jagung untuk mem-beli hasil jagung pucat tersebut. 
Bahayanya, apabila banyak petani yang terlanjur menanam bibit jenis ini, boleh jadi nama Gubernur Sulut yang selama ini getol memotivasi petani menanam jagung sekaligus memperjuangkan harga jagung agar tetap baik, bisa tercoreng di tingkat grass root khususnya kalangan petani. Singkatnya, Gubernur Sulut bisa saja ‘dijebak’ dengan beredarnya bibit murahan tadi. 
Informasi lainnya yang digali harian ini dari sumber yang meminta namanya tidak dikorankan, bahwa bibit ber-inisial P1 tersebut diduga ada-lah nama baru dari bibit sejenis yang diedarkan tahun lalu, dengan inisial merek ‘J’. Dibeberkan, puluhan ton bibit merek J itu sempat beredar juga di petani Bolmong. Banyak juga petani yang terpengaruh menanamnya. 
Sayang seribu sayang, saat panen tiba, hasil dari bibit tadi berwarna pucat, tidak kuning seperti hasil dari bibit yang biasa ditanam petani. “Hasil panen dari bibit itu banyak ditolak oleh pembeli. Kalaupun terpaksa membelinya, hanya dihargai Rp 300 per kg. Itu ter-jadi tahun 2007 lalu. Sekarang, bibit jenis serupa beredar lagi dengan menggunakan nama lain, dikhawatirkan petani akan terjebak lagi,” beber sumber.
Sumber yang mengaku tahu betul dengan asal-muasal bibit yang baru ini, juga mengatakan bahwa dari seluruh propinsi di Indonesia, hanya Sulut saja yang meneken kontrak untuk peng-adaan bibit tersebut. “Daerah lainnya tidak mau lagi karena akan menurunkan produksi jagung petani” katanya.
Bagaimana dengan petani di Bolmong saat ini? “Saya dengar banyak juga yang sudah ter-lanjur menanam bibit itu, tapi ada yang masih menahannya. Kita lihat saja empat atau lima bulan kemudian. Intinya pem-beli jagung bukan tidak mau membeli produksi jagung dari bibit P1, karena semua bibit itu bagus. Hanya saja, pembeli tidak mau membeli jagung yang warnanya pucat. Itu saja,” jelas sumber lagi, dalam per-bincangan dengan Komentar kemarin siang.(tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin