CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

22 Januari 2008

Dimaksudkan untuk perkuat ketahanan pangan
Beras Impor Kembali akan Banjiri Sulut

 

 IKUTI BERITA LAIN

Vanili Rp 60 Ribu, Cengkih Rp 56 Ribu

Sistem Distribusi Tertutup MT Dimulai Maret

Tim Pokja FTZ Bitung Terbentuk

Tanda-tanda akan semakin membaiknya stok beras tahun 2008 ini, nampaknya semakin menjauhi. Buktinya baru di awal tahun saja, Sulut sudah akan dibanjiri dengan impor beras.

Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut, Slamet Aryanto ke-pada wartawan, Senin (21/01) kemarin menandaskan, dalam waktu dekat ini kapal pengang-kut beras impor sebanyak 7 ribu ton akan masuk di Pelabuhan Bitung awal bulan depan. “Be-ras impor ini nantinya akan me-nunjang kebijakan Operasi Stabilisasi Harga Beras (OSHB) di Sulut,” kata Slamet.
Kebijakan mengimpor beras ini, menurut Slamet merupa-kan tindak lanjut dari petun-juk Bulog pusat. “Dari pusat melihat bahwa impor beras sudah mendesak dilakukan dalam rangka menekan harga beras di pasaran yang akhir-akhir ini terus menujukkan tren peningkatan lewat meka-nisme OSHB yang sampai saat ini masih dilakukan Bulog,” tukasnya. 
Selain hal itu, dikatakan Slamet impor beras tersebut dimaksudkan untuk memper-tahankan ketahanan pangan di daerah ini. “Karena kegia-tan impor beras dilakukan pe-merintah pada prinsipnya me-rupakan satu upaya untuk penguatan stok OSHB. Dan yang pasti bukan dimaksud-kan untuk menambah Cada-ngan Beras Pemerintah (CBP),” tukasnya. 
Karena itu, menurut Slamet, perlu ada pemahaman bersa-ma terhadap kebijakan impor beras tersebut. “Utamanya para petani kita kiranya bisa memahami hal ini. Yang pasti bahwa kebijakan impor beras ini, tidak akan mengganggu distribusi dan harga beras di tingkat petani,” tukasnya.
Hanya saja dikatakan Sla-met, meski jumlah beras im-por sudah mereka ketahui, namun negara asal impor be-ras tersebut belum jelas. “Kita belum tahu persis negara mana yang akan menjadi pe-masok beras tersebut. Biasa-nya kalau bukan Thailand ke-mungkinan Vietnam,” tukas-nya dengan menambahkan beras impor ini kelas medium dengan broken 15 hingga 20 persen. Untuk realisasi OSHB hingga saat ini sudah men-capai 400 ton, dengan harga jual sesuai ketentuan peme-rintah Rp 4.620 per kilogram. Namun bagi para pedagang yang akan menjualnya kem-bali, diberi toleransi sampai Rp 4.800 per kilogram.(wel)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin