|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Talaud,
Sitaro, Sagihe |
22 Januari 2008
|
|
Distribusi lewat kapal perintis dilarang Dephub
Warga Perbatasan Bakal Sulit Dapatkan Stok BBM
|
Distribusi BBM yang selama ini difasilitasi kapal perintis khususnya ke wilayah pulau-pulau terluar yang berdekatan dengan garis lintas batas dengan negara tetangga Filipina bakal tersumbat. Ini dikarenakan Departemen Perhu-bungan sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD Sa-ngihe Pdt O Loris, melarang kapal-kapal perintis meneri-ma order mengangkut BBM.
Kondisi ini disayangkan Lo-ris karena dampak dari ulti-matum Dephub itu sangat merugikan warga yang ada di perbatasan, semisal masyara-kat yang tersebar di Kabupa-ten Sangihe dan bahkan Ta-laud. “Otomatis BBM tak lagi akan masuk pulau Kawio, Ma-tutuang, Marore, Lipang dan Miangas. Itu sebabnya armada alternatif pendistribusian BBM harus disiasati sebelum ak-tivitas warga yang sebagian besar nelayan itu jadi lumpuh total,” ujar politisi yang meng-gantikan PAW pengendali PDI-P Jabes Gahgana SE yang kini menjabat Wakil Bupati Sa-ngihe.
Menurutnya, instruksi Dep-hub itu seharusnya disertai solusi alternatif dari pendis-tribusian BBM ke daerah-daerah kepulauan. Sebab un-tuk daerah Kabupaten Sangi-he, satu-satunya kapal yang beroperasi sampai di darerah perbatasan hanya kapal perintis. Dia pun cuma bisa berharap pemerintah pusat memaklumi kendala yang dihadapi masyarakat dengan mengizinkan kapal-kapal perintis melayani pendistri-busian BBM ke wilaya perba-tasan.
“Yang kami butuhkan ada-nya kelonggaran peraturan dari Dephub terkait masalah ini pendistribusian BBM ini,” pungkasnya.(med)
|
|