|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
23 Januari 2008
|
|
MKM Klaim Wadah Pemersatu
|
Kehadiran Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) rupanya meng-usik kelompok tertentu yang tidak mengingini hal itu. Isu provokatif pun dilancarkan oleh oknum-ok-num yang ingin memecah belah kerukunan masyarakat Bitung yang sudah terbina baik selama ini. Kon-tan saja, isu itu menimbulkan reak-si dari penggagas MKM dan pa-nitia kegiatan Apel Adat Wangko dan Pagelaran Budaya Minahasa di Bitung.
“Ini memang isu yang sengaja hendak memicu konflik perpecah-an. Warga Minahasa dan masya-rakat Bitung jangan sampai terpan-cing atau terprovokasi dengan isu itu, sudah jelas dan tegas keha-diran MKM adalah dengan sema-ngat inkulisivitas, untuk memperka-ya khasanah budaya di Bitung se-bagai kekayaan kita semua. Ini adalah murni kegiatan budaya dan luhur sebagai Tou Minahasa yang menghargai perbedaan dan kemajemukan, sebagaimana yang diajarkan Om Sam (Sam Ratula-ngi, red) Sitou Timou Tumou Tou, dan kami hadir dengan satu tuju-an untuk menjadi wadah pemersa-tu,” kata Koodinator Bidang Hu-mas, Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pelaksana Apel Adat Wangko dan Pagelaran Budaya Minahasa Wanua Bitung, Ferdi-nand Tangkudung SIP MSi. Lebih dari itu, kekayaan budaya yang da-tang dari berbagai etnis di Bitung justru dapat menjadi komoditi yang bisa dijual keluar, sekaligus sebagai daya tarik bagi masuknya turis serta investasi.
Senada, Jacky Sumampouw SH-salah satu personel penggagas berdirinya MKM menyatakan, ke-hadiran MKM bukan untuk men-jadi rivalitas dari organisasi mana-pun atau siapa pun, selain sebagai kecintaan Tou Minahasa di Bitung terhadap warisan budaya dari para leluhur orang Minahasa. “Ini pang-gilan dan tanggung jawab moral kami sebagai Tou Minahasa di Bi-tung untuk melestarikan budaya yang sudah diwariskan leluhur orang Minahasa,” ujarnya.
Malahan, lanjut Sumampouw, MKM justru telah mencanangkan program yang sangat inklusif yakni akan menggandeng seluruh ele-men masyarakat dan elemen bu-daya yang ada di Kota Bitung ter-cinta ini untuk bersama-sama membangun Bitung dalam kola-borasi budaya yang elegan dan cerdas. “Karena itu, kami memban-tah dan mengecam kelompok atau oknum yang memanfaatkan momentum kegitan MKM dengan menghembuskan isu provokatif untuk memecah belah kerukunan di Bitung,” pungkasnya.(oan)
|
|