|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
23 Januari 2008
|
|
Resesi Ekonomi
Mengancam Dunia
|
Resesi ekonomi bukan saja mengancam Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, namun diprediksi akan ber-dampak sampai ke seluruh du-nia, termasuk Indonesia. Tan-da-tanda ke arah itu makin nampak. Harga saham dunia masih terus merosot tajam di
tengah kekhawatiran bahwa resesi di Amerika bahkan me-micu kelesuan ekonomi sedu-nia.
Indeks utama di bursa sa-ham London, FTSE, merosot lebih dari 3%, setelah menca-tat penurunan paling tajam dalam satu hari sejak sera-ngan 9/11 pada hari Senin la-lu. Sebelumnya, pasar saham di Asia merosot. Indeks Nikkei 225 di Tokyo turun 5,7% pada 12.573, indeks Hang Seng anjlok 8,7% menjadi 21.758 sementara di Jakarta, indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 7,7% di level 2.295.
Di Mumbai, indeks saham utama India, Sensex, merosot 9,8% dalam beberapa menit saja, dan ini memicu peng-hentian perdagangan secara otomatis selama satu jam.
Pada hari sebelumnya, Sen-sex merosot 7,4% dan ini me-rupakan hari terburuk dalam sejarah indeks tersebut. Banyak analis memprediksi indeks saham masih mungkin merosot lagi dalam beberapa pekan ke depan.
Penurunan indeks akhir-ak-hir ini dipicu oleh kekha-watiran resesi internasional bakal terjadi setelah usul pa-ket perangsang (stimulus package) yang diajukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, yang akan mencakup pemo-tongan pajak sekitar $145 mi-liar untuk mendorong belanja, mungkin tidak mencukupi.
Dominique Strauss-Kahn, pimpinan Dana Moneter In-ternational mengatakan, situasi ekonomi dunia “serius” dan bahwa semua negara di dunia menderita pascapenu-runan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat. Di Indo-nesia sendiri, Menteri Keua-ngan Sri Mulyani mempunyai jurus tersendiri dalam meng-hadapi ancaman resesi eko-nomi ini. Mau tahu?
Tak mudah untuk bisa me-ngetahui jurus ala Menkeu ini. Para wartawan harus menghadapi kejutekan dari Sri Mulyani. Dengan wajah yang masam, akhirnya trik itu dilontarkan juga. “Kita harus lihat, amati, waspada dan berdoa,” ucap Menteri Keua-ngan Sri Mulyani Indarwati ketika dimintai komentar mengenai langkah yang akan diambil dalam situasi pasar yang tidak menentu ini.
Ketika ditanya lebih jauh, Sri Mulyani juga tidak mau berbicara gamblang. Sri Mu-lyani hanya menjawab dengan beberapa kalimat saja. Meng-hadapi ancaman resesi tidak-lah mudah. Harus jeli dan lin-cah dalam mengambil kepu-tusan. Jika salah bisa gawat. Para wartawan yang biasa nge-pos di Depkeu sejak beberapa hari memang terus memburu menteri yang biasa dipanggil Bu Ani. Para wartawan terus memberondong dengan perta-nyaan.(zal/bbc)
|
|