HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

23 Januari 2008

Mobil Terjun Bebas dari Lantai 8


Sedan Honda Accord Silver nopol B 8722 FW yang dikemudi-kan Heryawan, terjun bebas dari lantai 8 Menara Jamsostek, Jakarta. Diperoleh informasi, sebelum jatuh, roda belakang mobil duluan menyosor keluar dari lantai 8 Menara Jamsostek tersebut.
“Kejadian berawal ketika se-dang parkir, pengemudi lengah saat mundur. Dia menabrak pa-gar pembatas, kemudian penge-mudi berusaha memajukan lagi kendaraannya,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Chairul Anwar.
Hal ini disampaikan dia di Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/01).
“Tetapi dua roda belakangnya sudah terlanjur melewati batas pagar dan jatuh. Mobil yang di-gunakan mobil matic,” tuturnya. Sementara itu, pengelola Me-nara Jamsostek mengaku bi-ngung kenapa pagar dari besi baja itu bisa hancur padahal diklaim sudah cukup kuat. Akibat hantaman mobil Honda Accord yang terjun dari lantai 8 itu, 10 pagar bajanya hancur.
“Saya juga bingung pagarnya bisa hancur. Bahkan 10 rangka bajanya ikut patah-patah,” kata Manager Building Menara Jam-sostek, Alexander Kiting. 
Dia mengaku heran karena pa-garnya terbilang sangat kuat. Se-lain itu terbuat dari baja sehingga tidak akan mungkin jebol. “Mungkin karena mobil melaju kencang jadi pagar itu bisa hancur,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama ini tempat parkir di lantai 8 Menara Jamsostek terbilang cukup aman. “Selama ini belum ada kejadian seperti ini. Aman-aman saja. Ini pertama kalinya terjadi,” tukasnya.
Sementara Heryawan yang tewas bersama jatuhnya mobil yang dikendarai adalah sopir yang sudah menggeluti profesi-nya selama 15 tahun. Dia bekerja untuk perusahaan asuransi PT Tokio Marine Indonesia. 
Menurut salah satu karyawan bagian teknis, Edward (42) pagi tadi keluar kantor pukul 08.00 WIB. Dia mengantar bagian marketing untuk bertemu klien di Menara Jamsostek. Korban me-ninggalkan satu istri dan empat orang anak. “Kami biasa me-manggilnya Pak Ujang,” pung-kas rekannya.(zal/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin