HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 

NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Hukum dan Kriminal

23 Januari 2008

Berlangsung usai pengayaan
Delapan Pelajar SMA Terlibat Aksi Pengeroyokan


Para siswa SMA harusnya menunjukkan tindakan yang baik sebagai seorang pelajar. Namun hal ini tidak berlaku bagi delapan siswa SMP maupun SMA di Kota Manado. Terbukti, para siswa di dua sekolah ini terlibat aksi pengeroyokan terhadap rekannya sendiri.

Aksi pengeroyokan pertama dilakukan empat siswi SMA 7 Manado terhadap Fransiska Ahmad (16), seorang siswi yang tak lain adalah rekan sekolah-nya. Mereka adalah DM alias Deysi (14), PM alias Ola (16), MF alias Marwa (19) dan CS alias Christy (16). 
Kejadian tersebut berlang-sung, Senin (21/01) sekitar pu-kul 14.15 Wita di halaman se-kolah SMA 7 Manado. Waktu itu, gadis hitam manis ini didatangi lima gadis lain yang adalah te-man sekolahnya. Tiba-tiba, ke-empat siswi ini mencak-men-cak dan menyerang korban. Al-hasil, serangan tiba-tiba de-ngan jumlah yang tidak seim-bang ini tak mampu dielak kor-ban yang tinggal di Kelurahan Wawonasa Lingkungan V Keca-matan Tuminting tersebut. Bah-kan korban sempat terjerem-bab ke dalam saluan air.
Akhirnya korban dan orang tuanya mendatangi Mapoltabes Manado dan melaporkan keja-dian yang menimpanya.
Sementara itu kasus kedua turut dilakoni empat siswa SMA Getsemani Sario Manado terhadap Arnold Garudu (12), siswa SMP Adven Sario Mana-do, Selasa (22/01). Sayang, meski mengaku dikeroyok, korban hanya mengenal tiga nama dari empat tersangka ter-sebut, yakni Rendy, Christian, Rolix.
Kejadian ini berlangsung di depan halaman sekolah SMA Getsemani sekitar pukul 03.00 Wita. Diduga pengeroyokan ter-sangka terhadap korban yang tinggal di Kelurahan Bumi Be-ringin Lingkungan 2 Kecama-tan Wanea ini atas permintaan Mario, adik kelas korban yang tak senang dengan korban. Aki-bat aksi penganiayaan terse-but, korban mengalami luka memar dan darah menetes di baju seragamnya. Menariknya, aksi ini berlangsung usai kegiatan pengayaan.
Korban sendiri bersama orang tuanya melapor ke Pol-tabes Manado. Kapoltabes ke-tika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Kompol RH Wibowo membenarkan hal terse-but.(imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin