|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
23 Januari 2008
|
|
Dewan Rebutan Mitra Kerja
|
Jalannya hearing mengenai penyaluran Dana Alokasi Khu-sus (DAK) yang sementara di-gelar Komisi C mendapat so-rotan Komisi D. Pasalnya menu-rut personel Komisi D, dr Frans Walangitan, pihaknya seharus-nya turut dilibatkan dalam hea-ring dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) dan Dinas Ke-sehatan (Dinkes).
“Kami mempertanyakan mengapa kami tidak dilibatkan dalam hearing, padahal Diknas adalah mitra kerja kerja Komisi D. Minimal kami diundang dalam hearing,” tukas Walangi-tan kepada wartawan.
Apalagi menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini, yang paling mengetahui mengenai permasalah penyaluran DAK dalah Komisi D. Lebih lanjut di-kemukakan Walangitan, dalam agenda peninjauan lapangan yang akan dijadwalkan oleh Komisi C, diharapkan juga akan melibatkan Komisi D.
Sedangkan Ketua Komisi D, Amir Liputo menyatakan bahwa hal ini disebabkan kurangnya koordinasi antara komisi. “Se-harusnya ada koordinasi antar komisi, dan harusnya mereka menghormati Komisi D sebagai mitra kerja. Sebab kalau mem-bicarakan mengenai anggaran, harusnya juga melibatkan Ko-misi B,” katanya.
Hanya saja Wakil Ketua Komisi C, Anny Rarungkuan yang di-konfirmasi mengenai hal ini membantah jika pihaknya ‘me-rebut’ mitra kerja Komisi D. “Sebab yang kami bahas dalam hearing hanya mengenai hal yang terkait dengan tugas kami yaitu mengenai sejauh mana penyaluran DAK. Lagi pula ini masalah pembangunan fisik sehingga tidakperlu dilibatkan Komisi D,” jelasnya.
Menanggapi ‘perseteruan’ dua komisi yang bertetangga ini, Wakil Ketua Badan Kehormat-an, Mor Bastiaan menyatakan bahwa hal ini sebaiknya dise-lesaikan secara kekeluargaan antar pimpinan komisi. “Bi-carakan saja antar pimpinan, sebab ini kan hanya masalah teknis. Lagipula tujuannya kan untuk kebaikan,” kata-nya.(vic)
|
|